JAKARTA. Anggaran untuk Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang menjadi salah satu program Kementerian Sosial (Kemsos) mengalami pemangkasan. Awalnya Kemsos akan mengalokasikan dana PSKS selama empat bulan dengan buffer 500.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebesar Rp 13,57 triliun. Namun, hampir keseluruhan anggota DPR RI Komisi VIII dalam Rapat Kerja dengan Menteri Sosial, menyatakan bahwa masa waktu empat bulan itu terlalu panjang dan lebih baik dilakukan pemotongan jangka waktu menjadi tiga bulan. Jadi, sisa anggaran dapat dialokasikan ke bidang yang lain yang ada di Kemensos. Misalnya untuk program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program pemberdayaan panti asuhan dan panti jompo. Muhamad Nur Purnamasidi Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, bilang, alokasi PSKS 4 bulan dengan nilai Rp 13,5 triliun lebih baik dipangkas menjadi 3 bulan. Jadi, sisa anggaran 1 bulan dapat dialokasikan untuk pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat. “Sisanya dapat dialokasikan ke UEP atau KUBe. Jumlah sasarannya bisa luas,” Jelas Muhamad Nur, Selasa (10/2).
Anggaran PSKS Kemsos dipangkas jadi 3 bulan
JAKARTA. Anggaran untuk Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang menjadi salah satu program Kementerian Sosial (Kemsos) mengalami pemangkasan. Awalnya Kemsos akan mengalokasikan dana PSKS selama empat bulan dengan buffer 500.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebesar Rp 13,57 triliun. Namun, hampir keseluruhan anggota DPR RI Komisi VIII dalam Rapat Kerja dengan Menteri Sosial, menyatakan bahwa masa waktu empat bulan itu terlalu panjang dan lebih baik dilakukan pemotongan jangka waktu menjadi tiga bulan. Jadi, sisa anggaran dapat dialokasikan ke bidang yang lain yang ada di Kemensos. Misalnya untuk program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program pemberdayaan panti asuhan dan panti jompo. Muhamad Nur Purnamasidi Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, bilang, alokasi PSKS 4 bulan dengan nilai Rp 13,5 triliun lebih baik dipangkas menjadi 3 bulan. Jadi, sisa anggaran 1 bulan dapat dialokasikan untuk pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat. “Sisanya dapat dialokasikan ke UEP atau KUBe. Jumlah sasarannya bisa luas,” Jelas Muhamad Nur, Selasa (10/2).