Anggaran Subsidi Energi Diproyeksi Membengkak Tahun 2023, Ini Pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggaran subsidi energi tahun ini diperkirakan kembali bengkak sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pasca berakhirnya pandemi Covid-19.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 anggaran subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 209,9 triliun. di antaranya untuk subsidi BBM dan LPG Rp 139,4 triliun dan Rp 70,5 triliun untuk subsidi listrik.

Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro mengatakan, menuju akhir tahun ini akan banyak aktivitas seperti kampanye politik, perayaan hari natal, serta tahun baru yang membutuhkan dukungan subsidi lebih besar.


Baca Juga: Strategi Kementerian ESDM Kejar Target Konversi 50.000 Motor Listrik

“Tahun baru dan natal, serta aktivitas produksi barang dan jasa untuk kampanye akan naik, dan ini akan dimulai tahun ini. Nah ini butuh supporting energi yang lebih besar,” tutur komaidi kepada Kontan.co.id, Selasa (1/8).

Di samping itu, volume subsidi LPG 3 kg diperkirakan melebihi target yang sudah ditentukan juga akan berimbas pada kenaikan subsidi energi secara keseluruhan pada tahun ini.

“Secara keseluruhan subsidi energi kemungkinan akan melebihi target karena kan konsumsinya naik, artinya dari sisi harga seperti catatan Pertamina, kalau konsumsinya sama haerusnya lebih rendah, tetapi kemungkinan konsumsinya akan lebih besaer,” ungkapnya.

Meski begitu, Komaidi mengatakan perkembangan volume LPG 3 kilogram (kg) masih harus diperhatikan, karena masih ada beberapa bulan ke depan menuju akhir tahun, karena perubahannya akan cukup dinamis.

Baca Juga: Akhir Tahun Ini, Pendaftaran LPG 3 Kg Tepat Sasaran Ditargetkan Tuntas

Untuk diketahui, PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan kuota LPG Subsidi di sepanjang tahun ini mencapai 8,2 juta metrik ton (MT) atau lebih tinggi daripada kuota LPG subsidi di tahun ini yang sebesar 8 juta MT.

Perkiraan tersebut berdasarkan tren penyaluran LPG subsidi atau public service obligation (PSO) pada Januari-Mei 2023 yang meningkat 5% dibandingkan periode sama di Januari-Mei 2022. Adapun realisasi penyaluran LPG 3 kg ini lebih besar 8,4% dibandingkan kuota pada periode year to date (YTD) Januari-Mei 2023.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menggaris bawahi, nilai subsidi LPG 3 kg sampai dengan Mei 2023 yang sudah terealisasi sebesar Rp 34 triliun. Sementara anggaran subsidi LPG 3 kg dalam APBN sebesar Rp 117 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Evaluasi Sistem Distribusi LPG 3 Kg, Menteri ESDM: Biar Tepat Sasaran

Sedangkan menurut perhitungan Pertamina, nilai subsidi LPG 3 kg untuk 8 juta MT hanya sebesar Rp 85,45 triliun. Artinya, selisih antara anggaran subsidi dan prognosa Pertamina ada kelebihan Rp 32,4 triliun.

Alfian menyatakan, pihaknya mengusulkan selisih nilai tersebut digunakan untuk menambah volume subsidi LPG 3 kg yang akan lebih 2,7% menjadi 8,2 juta MT. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyatakan penambahan kuota yang diharapkan Pertamina sudah disetujui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli