KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berencana meningkatkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) menjadi Rp 735 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Nilai tersebut naik sekitar 5,5% dibandingkan outlook TKD 2026 sebesar Rp 696,9 triliun.
Baca Juga: OCBC Bidik Perluasan Segmen Ritel Bisnis Wealth Management Kenaikan anggaran TKD dinilai menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi di daerah, termasuk bagi industri penjaminan. Namun, dampaknya terhadap bisnis penjaminan tidak serta-merta dirasakan secara langsung. Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan, dampak kenaikan TKD terhadap bisnis penjaminan sangat bergantung pada realisasi anggaran tersebut dalam bentuk program dan belanja daerah. "Sebab, sangat bergantung pada bagaimana peningkatan TKD tersebut direalisasikan dalam bentuk program dan belanja daerah yang kemudian menciptakan aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan," kata Ibnu kepada Kontan, Jumat (28/8/2026). Menurut dia, meningkatnya aktivitas pembangunan dan ekonomi daerah berpotensi membuka peluang bisnis bagi perusahaan penjaminan. Peluang tersebut terutama berasal dari kredit atau pembiayaan yang disalurkan perbankan dan lembaga keuangan kepada pelaku usaha.
Baca Juga: Trade Finance Positif, Kredit Impor CIMB Niaga Melonjak 39% hingga Juni 2026 Segmen yang berpotensi terdorong antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengadaan barang dan jasa, serta sektor produktif lainnya. Karena itu, Jamkrida Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, serta pelaku UMKM untuk menangkap peluang tersebut. "Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM," ujarnya. Penjaminan Jamkrida Sumbar Capai Rp 1,43 Triliun Dari sisi kinerja, berdasarkan data internal per Juli 2026, nilai penjaminan Jamkrida Sumbar tercatat sebesar Rp 1,43 triliun. Sementara itu, perolehan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) mencapai Rp 62,58 miliar.
Ibnu mengatakan capaian tersebut menunjukkan bisnis penjaminan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran TKD. Dia pun masih melihat ruang pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Untuk sisa tahun ini, Jamkrida Sumbar akan fokus menjaga kualitas portofolio sekaligus mengoptimalkan peluang dari sektor-sektor produktif. "Kami berharap kinerja hingga akhir tahun dapat tetap tumbuh secara sehat dan menjadi basis yang lebih kuat untuk menghadapi peluang bisnis pada 2027," kata Ibnu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News