Anggota DPRD DKI: Rendahnya serapan anggaran APBD DKI akibat kursi wagub masih kosong



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semenjak mundurnya Sandiaga Uno dari kursi wakil gubernur DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan bekerja sendirian dalam mengurusi Jakarta. 

Gembong Warsono anggota DPRD DKI Fraksi PDIP mengatakan kondisi ini turut berpengaruh pada penyerapan anggaran DKI. "Kalau hari ini penyerapan anggaran kita masih rendah yaitu salah satunya adalah karna pak anies kerja sendirian," kata Gembong di DPRD DKI, Senin (15/10).

Lebih lanjut Gembong menilai bahwa sejauh ini Anies dengan bekerja sendiri dinilai tidak efisien karena tidak memiliki pembagian kerja. Namun sebelumnya Anies memgaku tidak kesulitan untuk mengurusi Jakarta seorang diri.


"Pasti kinerja berkurang, kerja sendiri dan berdua kan beda. Kalau berdua bisa bagi tugas kan. Dengan sendirian kan engga bisa bagi tugas," ungkap Gembong.

Lebih lanjut dikatakan Gembong bahwa dirinya masih menunggu keputusan baik dari Gerindra dan PKS dalam menentukan pengganti Sandiaga. Sayangnya hingga saat ini belum dipastikan siapa yang akan menduduki kursi Wagub DKI.

"Kalau fraksi PDIP, hanya menunggu dari dua partai pengusung itu, tinggal itu lah, tinggal mendorong kepada dua partai tersebut untuk tentukan sikap, sehingga calon Wakil Gubernur bisa segera disepakati antara dua partai pengusung," tegasnya.

Diketahui APBD pada 2018 tercatat senilai Rp77,1 triliun per September dengan anggaran belanja langsung dan tidak langsung baru mencapai 45,44% atau setara dengan Rp32,34 triliun. Dibandingkan dengan APBD pada 2017 dengan nilai Rp70,19 triliun memiliki presentasi serapan APBD mencapai sekitar 85%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .