KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran. Penutupan ini buntut dari ketegangan yang kembali meletup antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Seperti dikutip
Reuters, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengumumkan pada Minggu pagi (12/7/2026) bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan Selat Hormuz dilakukan setelah Angkatan Laut Iran menembakkan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang menurut mereka telah mencoba untuk melintasi selat tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan meskipun terjadi peningkatan permusuhan minggu ini. Trump juga menyatakan berakhirnya gencatan senjata antara kedua negara. Namun, tidak ada serangan yang dilaporkan pada hari Jumat atau Sabtu. Sebuah sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran, AS, Qatar, dan Pakistan telah sepakat untuk bernegosiasi dalam sebuah panggilan telepon yang sedang diupayakan oleh para mediator untuk dijadwalkan pada hari Sabtu sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan berada di Oman.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Sumpah Balas Kematian Ayahnya, Ketegangan Iran-AS Memanas Lagi Belum jelas apakah upaya tersebut berhasil. Namun, Araqchi dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi "bertukar pandangan tentang mekanisme yang tepat untuk jalur aman kapal melalui Selat Hormuz," sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata, menurut pernyataan dari menteri luar negeri Iran. Kantor berita negara Oman kemudian mengatakan, para negosiator Oman dan Iran akan melanjutkan pembicaraan "pada tingkat teknis dan politik."
Oman membantu menengahi pengakhiran perang yang telah menggoyahkan stabilitas Teluk dan menaikkan harga di seluruh dunia sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum perang, dan blokade efektif Iran terhadap jalur air tersebut telah menyebabkan harga energi melonjak, memicu inflasi global. Amerika Serikat menuntut agar Iran secara terbuka menyatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal di selat tersebut dan bahwa semua jalur akan dibuka tanpa biaya tol melalui jalur air tersebut, kata para pejabat senior AS kepada wartawan pada hari Jumat.
Baca Juga: AS Desak Iran Jamin Keamanan Selat Hormuz, Pembicaraan Digelar di Oman