KONTAN.CO.ID - Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas penguatan misi angkatan laut kecil di Timur Tengah pada Senin (16/3/2026). Namun, para diplomat dan pejabat menyebut pembahasan tersebut kemungkinan belum akan memutuskan perluasan operasi hingga ke Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat konflik di kawasan. Melansir Reuters, misi angkatan laut Uni Eropa bernama Operation Aspides dibentuk pada 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok pemberontak Houthi di Laut Merah. Saat ini misi tersebut mengoperasikan satu kapal Italia dan satu kapal Yunani, serta mendapat dukungan dari satu kapal Prancis dan satu kapal Italia lainnya. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagian besar terganggu. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Angkatan Laut UE Bakal Amankan Selat Hormuz yang Terganggu? Jerman Skeptis
KONTAN.CO.ID - Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas penguatan misi angkatan laut kecil di Timur Tengah pada Senin (16/3/2026). Namun, para diplomat dan pejabat menyebut pembahasan tersebut kemungkinan belum akan memutuskan perluasan operasi hingga ke Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat konflik di kawasan. Melansir Reuters, misi angkatan laut Uni Eropa bernama Operation Aspides dibentuk pada 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok pemberontak Houthi di Laut Merah. Saat ini misi tersebut mengoperasikan satu kapal Italia dan satu kapal Yunani, serta mendapat dukungan dari satu kapal Prancis dan satu kapal Italia lainnya. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagian besar terganggu. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
TAG: