Anies: Fatality rate akibat Covid-19 di ibu kota tidak mengalami peningkatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19 di Ibu Kota tidak mengalami peningkatan. Hal itu berbeda dengan positivity rate harian yang justru meningkat selama dua hingga tiga pekan terakhir. 

"Dari yang kami temukan selama 2 hingga 3 minggu ini angka positivity rate meningkat, tetapi jumlah fatality-nya tidak mengalami peningkatan," ucap Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7/2020). 

Soal positivity rate itu, Anies bilang bahwa kenaikan tersebut bersifat fluktuatif. "Kalau lihat persentase kami lihat benar ada kenaikan, kemarin itu 8 persen. Jadi, pernah kita 10 persen. Itu fluktuatif," kata dia. 


Baca Juga: Kasus virus corona melonjak, Pemprov DKI gelar operasi penegakan penggunaan masker

Ia mengemukakan, bila positivity rate naik itu karena testing dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan meningkat. "Karena kalau tidak melakukan testing enggak ada kasus. Betul kan? Padahal, justru kami meningkatkan testing untuk menemukan yang positif supaya bisa isolasi. Jadi, wabahnya memang masih ada," kata dia. 

Pada Selasa kemarin, positivity rate di DKI adalah 7,8 persen. Kasus positif sebanyak 441 dari testing kepada 5.688 spesimen. Positivity rate merupakan rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes dengan total jumlah tes.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies Klaim Angka Kematian akibat Covid-19 di DKI Tak Meningkat"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .