Profil Kandidat Capres Pemilu 2024 - Jakarta. Tiga kandidat siap daftar sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024. Tiga kandidat capres Pemilu 2024 sudah mengantongi salah satu syarat penting pendaftaran. Simak profil kandidat capres Pemilu 2024 berikut. Selain dukungan suara parpol, salah satu syarat pendaftaran capres adalah surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Dilansir dari Kompas.com, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menerbitkan empat SKCK untuk bakal calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang akan mendaftar Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Adapun penerbitan SKCK itu dikeluarkan oleh Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri.
"Baintelkam Polri sudah menerbitkan empat SKCK bacapres/bacawapres," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Senin (25/9/2023). Ramadhan menjelaskan, empat bacapres dan cawapres yang sudah mendapatkan SKCK adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin). "(SKCK terbit atas nama) Bapak Ganjar Pranowo, Bapak Prabowo, Bapak Muhaimin, Bapak Anies Baswedan," ungkapnya. Sebagai informasi, tiga dari empat nama yang mendapat SKCK merupakan bacapres yang digadang akan maju pilpres tahun 2024. Ketiga nama itu adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, sedangkan satu nama yakni Cak Imin adalah bacawapres dari Anies Baswedan. Anies dan Cak Imin adalah bakal capres dan bakal cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Koalisi itu terdiri dari Partai Nasdem, PKB, dan PKS. Adapun Ganjar Pranowo merupakan bakal calon presiden yang diusung oleh PDI-P, Partai Hanura, PPP, dan Perindo. Sementara itu, Prabowo adalah capres yang akan diusung Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, dan Partai Garuda. Berikut profil masing-masing kandidat capres Pemilu 2024: Profil Anies Baswedan Mengutip website resmi Anies Baswedan dan Jakarta.go.id, berikut profil singkat Gubernur DKI Jakarta ini: Anies Rasyid Baswedan lahir pada tanggal 7 Mei 1969 di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Anies Baswedan adalah putra pasangan Rasyid Baswedan (Mantan Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia) dan Aliyah (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta). Anies Baswedan mengenyam pendidikan sejak Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi di Yogyakarta. Anies meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (1995). Setelah lulus S1, Anies Baswedan melanjutkan studi Masternya dengan beasiswa Fulbright di Universitas Maryland, Amerika Serikat (1998). Sesudah lulus S2, Anies kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat (2004). Selain itu, Anies Baswedan meraih berbagai prestasi berupa penghargaan dari berbagai lembaga penelitian dan organisasi kemitraan pemerintah dalam bidang ekonomi, politik, budaya, serta hak asasi manusia. Beberapa penghargaan itu di antaranya adalah Program Penghargaan Mahasiswa ASEAN from USAID – USIA – NAFSA dan William P. Cole III Fellowship from School of Public Policy, University of Maryland, USA yang sama-sama diraih pada tahun 1998. Pada tahun 2008, Anies Baswedan juga termasuk ke dalam Top 100 Intelektual Publik from Foreign Policy Magazine. Di bidang Hak Asasi Manusia, Anies meriah Penghargaan Soegeng Sarjadi untuk Inisiatif Hak Asasi Manusia (Oktober 2011). Kemudian, pada tahun 2013, Anies juga mendapatkan Anugerah Integritas Nasional dari Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Anies Baswedan menikah dengan Fery Farhati Ganis yang juga bergelar Master dari kampus yang sama, Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat, dan dikaruniai empat anak. Sebagai akademisi, Anies Baswedan pernah menjabat Rektor Universitas Paramadina, Jakarta pada 2007-2015. Rekam jejaknya sebagai akademisi, kemudian mengantar kariernya ke ranah politik. Anies Baswedan pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014-2016. Dalam kariernya sebagai Mendikbud, Anies membuat program pemerataan guru berkualitas ke berbagai wilayah di Indonesia dan penyesuaian kurikulum pendidikan terbaru. Semakin berkiprah di bidang politik, Anies Baswedan memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan kemudian dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Itulah profil kandidat capres Pemilu 2024 Anies Baswedan. Tampaknya, perlu figur calon wapres yang tepat agar elektabilitas Anies Baswedan bisa bersaing dengan kandidat capres lainnya. Profil Ganjar Pranowo Nama Ganjar Pranowo memang sudah tidak asing di sebagian masyarakat Indonesia. Selain karena sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat aktiv di media sosial. Akun Instagram resmi Ganjar Pranowo memiliki pengikut 5 juta orang. Di Twitter, Ganjar Pranowo memiliki 2,7 juta pengikut. Channel Youtube Ganjar Pranowo memiliki 1,3 juta subscriber. Di bidang politik, Ganjar Pranowo juga bukan tokoh kemarin sore. Ganjar Pranowo sudah melintang di dunia politik sejak lama. Sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo telah menjadi anggota DPR tahun 2004. Sebelumnya, Ganjar Pranowo telah menduduki posisi strategis di PDI Perjuangan. Baca Juga: Sebanyak 9 Parpol Mendaftarkan Diri Sebagai Peserta Pemilu 2024 ke KPU Hari Ini Berikut profil Ganjar Pranowo dikuti dari website Pemprov Jateng:
- Nama : H. Ganjar Pranowo, SH
- Tempat, tanggal Lahir: Karanganyar, 28 Oktober 1968
- Agama: Islam
- Jabatan: Gubernur Provinsi Jawa Tengah
- Status Perkawinan: Menikah
- Jumlah Anak: 1 (satu)
- Nama Istri: Hj. Siti Atikoh Suprianti, STP, MT, MPP
- SDN 1 Kutoarjo (Lulus tahun 1981)
- SMPN 1 Kutoarjo (Lulus tahun 1984)
- SMA BOPKRI I Yogyakarta (Lulus tahun 1987)
- Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Lulus tahun 1995)
- Jurusan Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia (Sedang ditempuh)
- 1991 Mapala Majestik FH dan MAPAGAMA UGM
- 1992 – 1995 Gerakan Demokrat Kampus (GEDEK)
- 2002 – 2005 Deputi I Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat (BADIKLATPUS) PDI Perjuangan
- 2003 – 2005 Anggota Bidang Penggalangan Panitia Pemenangan Pemilu (PAPPU) Pusat PDI Perjuangan
- 2005 – 2010 Wakil Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPP PDI Perjuangan
- 2010 – sekarang Ketua Departemen Pemerintahan Nasional DPP PDI Perjuangan
- 1995 – 1999 Konsultan HRD di PT Prakarsa