MOMSMONEY.ID - Penggunaan minyak esensial atau minyak atsiri telah lama dimanfaatkan sebagai pilihan alternatif alami untuk pengobatan tradisional. Minyak ini mampu mengobati masalah kesehatan tubuh dan meredakan kecemasan. Saat ini, banyak minyak esensial yang digunakan sebagai diffuser ruangan. Namun, apakah ini aman untuk hewan peliharaan seperti anjing? Anjing juga berpotensi mengalami gangguan kecemasan dan stres. Tak heran, bila pemilik ingin menambahkan minyak esensial ke dalam perawatan mereka.
- Melaleuca/Tea Tree Oil: Konsentrasi minyak esensial tea tree yang tinggi dapat menyebabkan toksisitas yang signifikan pada anjing. Baik diserap melalui kulit atau tertelan, minyak ini dapat menyebabkan iritasi di tempat kontak (kulit, selaput lendir), muntah, depresi, gaya berjalan mabuk (ataksia), kelumpuhan, dan suhu tubuh rendah.
- Wintergreen: Minyak esensial ini mengandung metil salisilat yang merupakan bahan aktif aspirin. Ini dapat menyebabkan anjing mengalami keracunan aspirin. Efek umumnya termasuk iritasi GI dan bisul, tetapi anjing juga dapat mengembangkan gagal hati atau gagal ginjal.
- Birch Manis: Minyak ini memiliki banyak sifat yang sama dengan wintergreen, termasuk fakta bahwa dia mengandung metil salisilat.
- Minyak Pinus: Meski ini bermanfaat untuk manusia, tetapi ketika digunakan pada anjing, minyak pinus dapat menyebabkan iritasi kulit, selaput lendir, dan saluran pencernaan. Setelah diserap, ini dapat menyebabkan masalah sistem saraf pusat, hati, dan ginjal.
- Kayu Manis: Segala bentuk kayu manis bisa menjadi racun bagi anjing, tetapi minyak esensial yang sangat pekat adalah yang paling berbahaya. Anjing dapat mengembangkan gula darah rendah, muntah, diare, penyakit hati, dan perubahan detak jantung.
- Pennyroyal: Bila minyak ini diserap oleh kulit atau tertelan, pennyroyal dapat menyebabkan masalah hati pada anjing. Jika tak segera diobati, ini dapat menyebabkan kematian.
- Ngiler.
- Sulit bernapas.
- Kelelahan dan kelemahan.
- Kesulitan berjalan atau tersandung.
- Tremor otot.
- Menggaruk di mulut atau wajah.
- Kemerahan atau luka bakar pada kulit atau gusi (iritasi).
- Muntah.
- Hidung dan mata berair.