Anomali Militer China: Jenderal Disikat, Prajurit Rendah Dipuji Xi



KONTAN.CO.ID - Presiden China Xi Jinping mengatakan militer China semakin kuat dalam memerangi korupsi sepanjang tahun lalu. Pernyataan itu menjadi salah satu referensi publik yang jarang dari Xi terkait penyelidikan korupsi yang menyeret para jenderal tertinggi negara tersebut.

Mengutip Reuters, dua jenderal dengan pangkat tertinggi di China terseret dalam penyelidikan disipliner. He Weidong dikeluarkan dari jabatannya pada Oktober tahun lalu, sementara Zhang Youxia ditempatkan dalam penyelidikan pada Januari. Langkah ini menjadi salah satu pembersihan paling besar dan paling mencolok dalam sejarah militer China dalam beberapa dekade terakhir.

“Setahun terakhir ini tidak biasa dan luar biasa,” kata Xi dalam pidato virtual kepada angkatan bersenjata China. “Tentara Rakyat telah memperdalam pendidikan politik, secara efektif mengatasi berbagai risiko dan tantangan, serta menjalani penempaan revolusioner dalam perang melawan korupsi.”

Pimpinan Militer Menyusut Jadi Dua Orang


Pencopotan Zhang dan He, yang menjabat sebagai dua wakil ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), membuat badan pimpinan tertinggi militer China yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang kini menyusut menjadi hanya dua orang.

Saat ini, hanya Xi Jinping sebagai ketua CMC dan wakil ketua yang baru dipromosikan, Zhang Shengmin, yang masih aktif. Tiga kursi anggota CMC lainnya kosong.

Baca Juga: Peringatan Keras China: Kekuatan Separatis Taiwan Akan Ditindak Tegas

Li Shangfu dikeluarkan pada 2024, Miao Hua pada 2025, sementara Liu Zhenli ditempatkan dalam penyelidikan korupsi bulan lalu. Sejumlah komandan lain, termasuk pimpinan pasukan nuklir China, juga dilaporkan ikut terseret dalam pembersihan.

Zhang Youxia, salah satu veteran tempur yang masih tersisa di Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), sebelumnya disebut sebagai salah satu pengambil keputusan utama terkait kemungkinan serangan terhadap Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis namun diklaim oleh Beijing.

Pembersihan di pucuk pimpinan militer ini terjadi di saat China tengah mempercepat modernisasi angkatan bersenjatanya dan meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan militernya ke luar negeri.

Tonton: Pemerintah Akan Bangun Penjara Super Besar Berkapasitas 5.000 Orang di Nusakambangan

Dalam pidatonya, Xi justru memuji prajurit di tingkat bawah dan menyebut mereka sebagai pihak yang “dapat dipercaya”.

“Para perwira dan prajurit di seluruh militer, terutama di tingkat akar rumput, telah dengan tegas mengikuti kepemimpinan partai, menjalankan tugas dengan loyal, fokus mengatasi kesulitan, dan berhasil menyelesaikan seluruh tugas,” ujar Xi.

Selanjutnya: Perkuat Bisnis Digital, Grab Akuisisi Platform Investasi Stash Financial

Menarik Dibaca: Promo Sport Station Kejutan Imlek: Diskon hingga 40% & Voucher Tambahan