KONTAN.CO.ID – BANGKOK. Raksasa teknologi finansial asal China, Ant International, makin serius menancapkan kukunya di industri jasa keuangan Indonesia. Perusahaan penyedia platform Alipay+ ini menyatakan kesiapannya untuk tunduk pada regulasi Bank Indonesia (BI) demi memperluas penetrasi bisnis di Tanah Air. President of Ant International, Douglas Feagin mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang penting dalam peta pengembangan bisnis global mereka. Saat ini, Ant International telah menjalin kemitraan strategis di dompet digital DANA.
Baca Juga: China Paling Royal Investasi di KEK, Gresik Jadi Jawara "Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami untuk mengembangkan bisnis. Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia serta dengan partner di negara ini untuk mengimplementasikan produk kita," ujarnya dalam konferensi pers secara daring di Bangkok, Thailand, Selasa (13/1/2026). Douglas mengungkapkan kepuasannya atas kemitraan yang terjalin dengan Grup Sinarmas sebagai pemodal di DANA hingga menjadi salah satu pemain e-wallet terbesar di Indonesia. Ke depan, Ant International tidak hanya berhenti di investasi e-wallet, tetapi juga membidik potensi sistem pembayaran lintas negara (cross-border). "Alipay+ ingin menghadirkan
cross-border solution untuk dompet digital dari Indonesia yang digunakan di luar negeri, maupun bagi pengguna Alipay+ yang berkunjung ke Indonesia. Kami melakukannya secara bertahap dengan mengikuti regulasi dan pendekatan Bank Indonesia," ungkapnya. Strategi ekspansi Ant International di Indonesia sangat bergantung pada lampu hijau dari bank sentral. Douglas menyebut, pihaknya memahami bahwa Bank Indonesia saat ini memprioritaskan skema penyelesaian antar negara atau
government to government (G2G) sebagai langkah awal.
Baca Juga: Rosan dan Purbaya Matangkan Rencana Proyek KCIC Sebelum Berangkat Ke China Oleh karena itu, Ant International memilih untuk bermain aman dengan menyelaraskan teknologi mereka sesuai aturan main yang ditetapkan otoritas. Douglas optimistis, ke depan Alipay+ akan mampu memberikan solusi transaksi yang menarik bagi nasabah perbankan maupun pengguna aplikasi digital di Indonesia. "Kami berpikir bahwa akhirnya kami akan menyediakan
cross-border solution yang sangat menarik bagi pelanggan Indonesia. Indonesia adalah pasar yang sangat menarik dan kami sangat bersemangat dengan peluang yang ada di sana," tegasnya. Di samping itu, di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), rekam jejak Ant International memang sudah cukup mengakar melalui kemitraan dengan pemain lokal selama lebih dari satu dekade. Selain DANA, mereka telah bermitra dengan GCash di Filipina, TrueMoney di Thailand, hingga TNG Digital di Malaysia.
Baca Juga: Purbaya Investigasi Dugaan Praktik Penggelapan Ekspor-Impor Indonesia dengan China Untuk diketahui, fokus Ant International di regional juga mulai bergeser ke arah pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Pada tahun 2025, tiga aplikasi regional di bawah naungannya mulai membangun super app berbasis AI dengan dukungan fitur GenAI Cockpit milik Ant International.
Langkah ini diharapkan kian memperkuat ekosistem UMKM di ASEAN yang menjadi basis utama pengguna mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News