Ant International Raup Dana US$ 1,2 Miliar Demi Percepat Ekspansi Global



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Ant International memperoleh suntikan dana segar senilai US$1,2 miliar melalui putaran pendanaan ekuitas terbaru. Perusahaan fintech yang merupakan afiliasi luar negeri Ant Group ini akan menggunakan dana tersebut untuk mempercepat ekspansi layanan pembayaran digital dan jasa keuangan bagi pelaku usaha di berbagai negara.

Dalam pengumuman pada Selasa (21/7) seperti laporan Reuters, Ant International menyebut Ant Group dan Alibaba Group turut berpartisipasi dalam pendanaan privat tersebut. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan besaran investasi yang dikucurkan masing-masing pihak.

Dana baru itu akan difokuskan untuk memperluas bisnis pembayaran bagi merchant, layanan pengelolaan rekening, serta berbagai solusi keuangan bagi korporasi di pasar global. Langkah ini memperkuat strategi ekspansi Ant International setelah resmi dipisahkan dari Ant Group China sebagai perusahaan yang beroperasi secara independen pada 2024.


Baca Juga: Jepang Gandeng Bank AS Demi Realisasikan Investasi US$ 550 Miliar

Sebelum penggalangan dana ini, valuasi Ant International diperkirakan mencapai US$10 miliar, menurut laporan Reuters bulan lalu yang mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Ekspansi tersebut menandai upaya Ant Group memperkuat bisnis internasionalnya setelah menghadapi tekanan regulasi di China. Pada 2020, regulator China membatalkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) Ant Group hanya beberapa hari sebelum pencatatan di bursa, yang kemudian diikuti dengan berkurangnya kendali pendiri perusahaan, Jack Ma, atas Ant Group.

Saat ini, Ant International beroperasi di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Melalui jaringan yang menghubungkan bank, perusahaan kartu pembayaran, penyedia pembayaran seluler, dan perusahaan teknologi, perusahaan mengklaim telah melayani sekitar 150 juta merchant serta 2 miliar akun pengguna di seluruh dunia.

Baca Juga: Harga Tembaga Menguat Selasa (21/7), Ditopang Permintaan China dan Persediaan Menipis