KONTAN.CO.ID - Perusahaan perlengkapan olahraga asal China, Anta Sports Products resmi mengakuisisi 29,06% saham Puma dari perusahaan investasi keluarga Pinault, Artémis, dengan nilai transaksi mencapai €1,51 miliar atau sekitar US$1,79 miliar. Dalam pernyataan pada Selasa (27/1/2026), Anta menyebut kesepakatan ini mengukuhkan transaksi yang sebelumnya telah dilaporkan Reuters awal Januari lalu, sekaligus menjadikan Anta sebagai pemegang saham terbesar Puma.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Terancam Boikot? Eks Presiden FIFA Serukan Jauhi AS! Perusahaan yang tercatat di Bursa Hong Kong itu akan membayar €35 per saham secara tunai untuk sekitar 43 juta saham Puma, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada bursa. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Anta telah mengajukan penawaran untuk membeli sekitar 29% saham Puma dari keluarga Pinault dan telah mengamankan pendanaan, meski sempat terjadi perbedaan valuasi yang membuat negosiasi berjalan alot. Puma di Tengah Upaya Pemulihan Akuisisi ini dilakukan di tengah tantangan yang dihadapi Puma dalam menggenjot kembali penjualan dan memulihkan kepercayaan investor di bawah kepemimpinan CEO baru, Arthur Hoeld, yang mulai menjabat tahun lalu.
Baca Juga: Proyeksi Emas Terbaru: Analis Ramal Harga Tembus US$6.400 Tahun Ini Artémis, perusahaan investasi milik François-Henri Pinault Chairman grup barang mewah Kering sebelumnya menyebut kepemilikan saham Puma sebagai aset non-strategis. Keluarga Pinault mengambil alih saham tersebut dari Kering pada 2018, saat Kering memfokuskan bisnisnya sepenuhnya ke segmen barang mewah. Dalam beberapa waktu terakhir, Puma berada di bawah tekanan akibat melemahnya permintaan global. Sejumlah peluncuran sepatu baru, termasuk Speedcat, belum mampu menciptakan momentum pertumbuhan seperti yang diharapkan manajemen. Hoeld sendiri telah memaparkan strategi pemulihan yang menitikberatkan pada peningkatan daya tarik merek (brand heat), penguatan produk performa, serta disiplin biaya.
Baca Juga: Badai Musim Dingin Lumpuhkan Perjalanan di AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan Masih Menunggu Persetujuan Regulator
Transaksi ini masih menunggu persetujuan otoritas persaingan usaha, persetujuan pemegang saham Anta, serta izin regulator di China dan sejumlah yurisdiksi lain. Anta menyatakan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa, dengan target penyelesaian transaksi setelah seluruh persyaratan terpenuhi.