KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (
ANTM) mengungkap tengah mempersiapkan rencana pengembangan pabrik pemurnian emas Avere di Gresik hingga masuk ke dalam proyek ekosistem baterai kendaraan listrik. Direktur Utama ANTM Untung Budiharto menjelaskan bahwa rencananya proyek-proyek tersebut akan di mulai pada Semester II/2026. "Kita ada beberapa proyek yang baru kita bisa eksekusi setelah Kuartal II/2026. Ada proyek Avere ada beberapa proyek di ekosistem baterai ya intinya kita harap bisa langsung eksekusi akhir tahun," ujar Untung saat ditemui KONTAN di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Penguasaan Teknologi Jadi Kunci Sukses Transisi Energi Dalam laporannya, ANTM menyiapkan modal belanja atau
Capital Expenditure (Capex) mencapai Rp 7 triliun sepanjang tahun 2026. Di mana, hingga Semester I/2026 realisasinya diproyeksikan baru terserap sekitar 14% dari alokasi yang ada. Lewat rencana pengembangan proyek baru tersebut, Untung menekankan bahwa alokasi modal akan terserap optimal. "Realisasi kita sekarang dari Rp 7 triliun baru sekitar 14%," tambahnya. Untuk diketahui sebelumnya, ANTM memang berencana membangun pabrik manufaktur Logam Mulia di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Di mana, Antam telah menandatangani perjanjian pembelian lahan dengan JIIPE pada 27 Desember 2024. Manajemen Antam menyatakan, status JIIPE yang menjadi Objek Vital Nasional memberikan jaminan keamanan yang optimal, sehingga sangat mendukung keberlangsungan operasional perusahaan, mulai dari proses pengolahan bahan mentah hingga distribusi produk. Lokasi strategis ini dipilih berdasarkan pertimbangan keamanan dan kemudahan akses. Sementara itu, terkait rencana masuk ke proyek ekosistem baterai, ANTM juga telah menekankan komitmennya melalui penandatanganan Framework Agreement (FA) sebagai kerangka kerja awal percepatan Program Hilirisasi Nikel dan investasi ekosistem baterai terintegrasi.
Nantinya, ANTM akan menjalin kerja sama dnegan HYD Investment Limited, sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk, sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia, mulai dari pengelolaan sumber daya nikel, pengolahan dan pemurnian, hingga produksi baterai. ANTAM menegaskan perannya sebagai penyedia bahan baku strategis yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat ANTAM dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional. “ANTAM memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi strategis untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui sinergi dengan IBC dan mitra global seperti Huayou, kami berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sejalan dengan kepentingan strategis nasional,” ujar Untung dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News