Antam membangun pabrik feronikel line-4



JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak henti menggelar ekspansi usaha. Emiten yang kerap disebut Antam ini, akan membangun line-4 pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Nilai investasi membangun pabrik ini sebesar US$ 102 juta. Pembangunan pabrik menggunakan jasa konsorsium yang digawangi Kawasaki Heavy Industries, Ltd. dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Teddy Badrujaman, Sekretaris Perusahaan Antam menuturkan, dana investasi pembangunan pabrik bakal sepenuhnya ditanggung perusahaan. "Kawasaki dan WIKA statusnya sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement and Construction)," kata dia, Kamis (7/2). Pembangunan line-4, bagian dari proyek perluasan pabrik feronikel (P2F) Pomalaa.


Total investasi proyek ini mencapai US$ 450 juta-US$ 500 juta. Dana tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pabrik feronikel. Proyek ini terdiri dari delapan paket pekerjaan yaitu jetty & facilites, belt conveyors, termasuk pembangunan pembangkit istrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x30 megawatt (MW).

Pembangunan line-4 ini membuat Antam akan menghentikan operasi furnace-1 yang di pabrik FeNi I. Nantinya, operasi furnace-1 berkapasitas 17 MW akan digantikan oleh operasi furnace-4 yang memiliki kapasitas 38 MW.

Antam juga memperkuat bisnis pertambangan emas. Antam telah mendapat restu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral maupun Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk membeli 7,5% saham PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dari Newcrest Mining Limited.

Transaksi penambahan kepemilikan saham itu bernilai US$ 160 juta. Antam bakal membayar transaksi melalui dua tahap yaitu secara tunai senilai US$ 130 juta. Sementara sisanya ditentukan Desember 2017. Selepas transaksi, kepemilikan saham Antam pada NHM menjadi 25% dari 17,5%. Sebaliknya, kepemilikan saham Newcrest turun menjadi 75% dari sebelumnya yang masih 82,5%.

Hingga saat ini, Antam dan Newcrest sudah menambah sekitar 6 juta ons emas. Tahun ini, Antam mengincar kenaikan produksi emas 16% menjadi 3,3 ton. Sementara feronikel 18.000 ton nikel (TNi).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana