KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan bahwa tingkat inflasi di tahun 2022 diperkirakan akan cenderung meningkat sejalan dengan kenaikan inflasi inti yang ditopang oleh peningkatan perputaran uang sejalan dengan prospek. “Selain itu, inflasi inti juga berpotensi meningkat jika terjadi pass through dari produsen ke konsumen karena terjadi kenaikan ongkos produksi,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (11/3). Josua menambahkan, kenaikan tarif PPN sebesar 1% menjadi 11% per April 2021 juga akan menyumbang inflasi pada tahun ini. Ditambah lagi tren kenaikan harga di beberapa komoditas pangan juga cenderung meningkat seperti minyak goreng, daging sapi, kedelai dan cabai merah.
Antisipasi Lonjakan Inflasi, Pemerintah & BI Diminta Perkuat Pengendalian Harga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan bahwa tingkat inflasi di tahun 2022 diperkirakan akan cenderung meningkat sejalan dengan kenaikan inflasi inti yang ditopang oleh peningkatan perputaran uang sejalan dengan prospek. “Selain itu, inflasi inti juga berpotensi meningkat jika terjadi pass through dari produsen ke konsumen karena terjadi kenaikan ongkos produksi,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (11/3). Josua menambahkan, kenaikan tarif PPN sebesar 1% menjadi 11% per April 2021 juga akan menyumbang inflasi pada tahun ini. Ditambah lagi tren kenaikan harga di beberapa komoditas pangan juga cenderung meningkat seperti minyak goreng, daging sapi, kedelai dan cabai merah.