JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memprediksi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada semester II 2016 masih akan naik. Salah satunya disebabkan beberapa debitur sektor migas. Untuk mengantisipasi itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mematok rasio pencadangan pada semester II 2016 di kisaran 140% sampai 153%. Hal ini untuk menjaga NPL agar tidak terlalu tinggi pada semester II 2016. “Restrukturisasi yang dilakukan terakhir ada keberhasilan, namun keberhasilannya memunculkan lagi NPL, saya belum bisa menurunkan seperti sebelumnya yaitu kelevel 2,2%,” ujar Baiquni, Kamis (8/9).
Antisipasi NPL, BNI jaga rasio pencadangan 153%
JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memprediksi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada semester II 2016 masih akan naik. Salah satunya disebabkan beberapa debitur sektor migas. Untuk mengantisipasi itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mematok rasio pencadangan pada semester II 2016 di kisaran 140% sampai 153%. Hal ini untuk menjaga NPL agar tidak terlalu tinggi pada semester II 2016. “Restrukturisasi yang dilakukan terakhir ada keberhasilan, namun keberhasilannya memunculkan lagi NPL, saya belum bisa menurunkan seperti sebelumnya yaitu kelevel 2,2%,” ujar Baiquni, Kamis (8/9).