Antisipasi pasar, KS berdayakan bisnis non-baja



JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk berencana akan memaksimalkan pendapatan dari anak-anak usahanya dalam upaya memberdayakan bisnis bukan baja (non steel). Strategi itu perlu ditempuh sebagai langkah mengantisipasi sekaligus mengoptimalkan pendapatan, terutama jika sewaktu-waktu pasar baja di luar negeri tidak bagus. "Pendapatan dari baja tetap kita tingkatkan, tetapi pendapatan bukan baja akan lebih ditingkatkan lagi," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Senin (2/3). Irvan mengatakan, ada empat sektor usaha akan diberdayakan untuk meningkatkan pendapatan bukan baja yakni energi, infrastruktur, pengelolaan limbah (waste management), dan utility (perusahaan pengelolaan air bersih). Bahkan, lanjut dia, untuk meningkatkan layanan pengelolaan air bersih, KS akan mendukung anak usaha Krakatau Tirta Industri untuk melakukan investasi dalam upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan air yang saat ini sudah 2000 liter per detik. "Caranya dengan tetap memanfaatkan dari sumber alam Cidanau, dan disiapkan teknologi memanfaatkan air limbah industri baja, serta pengolahan air laut atau reverse osmosis," ujarnya. Irvan menambahkan, strategi mengoptimalkan pendapatan bukan baja merupakan program jangka panjang. Kajian bisnis untuk strategi ini akan dipersiapkan dalam 1 - 2 bulan mendatang. "Untuk permodalannya kita akan dorong anak-anak usaha tersebut masuk ke pasar modal," kata Irvan. Pemodalan juga dapat diperoleh dari internal anak usaha seperti PT Krakatau Bandar Samudera anak usaha dibidang jasa kepelabuhan yang mengantongi "captive order" dari pabrik baja Krakatau Posco. Irvan menjelaskan, dengan beroperasinya dermaga 3, 5, 6 yang ditujukan untuk melayani Krakatau Posco, KBS akan mendapatkan sumber pendapatan tetap.  "Belum lagi ditambah dari pendapatan pihak lain yang selama ini memanfaatkan pelabuhan curah Cigading," katanya. Kontribusi positif PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) berencana menambah pelayanan melalui jasa pergudangan terintegrasi dan produk-produk pelabuhan lainnya. Terkait penambahan fasilitas di Cigading ini, laba PT KBS akan didorong mencapai Rp300 sampai Rp500 miliar dalam jangka waktu 3 - 5 tahun ke depan atau meningkat 2 sampai 3 kali lipat dibanding capaian 2013 lalu dan sebelumnya yang rata-rata Rp120 sampai Rp130 miliar. Irvan menyatakan keyakinannya, bahwa anak usaha KS ini akan memberikan kontribusi positif terhadap KS apabila pertumbuhan ekonomi stabil pada posisi 6,3 - 6,5 persen seperti pernah dicapai tahun lalu. Menurut dia, dengan kondisi ekonomi stabil, investor akan banyak berminat, seperti penjualan pipa anak usaha PT KHI akan meningkat karena banyak perusahaan minyak, gas, dan properti yang berkembang. Sebelumnya, Direktur Utama PT KBS Tb Dony Sugihmukti mengatakan, investasi untuk pembangunan dermaga 3, 5, dan 6 sebesar Rp700 - 800 miliar untuk melayani Krakatau Posco. KBS, menurut Dony, telah menandatangani perjanjian dengan layanan tersebut dan akan memperoleh pendapatan sebesar US$ 2,8 juta per bulan untuk jangka waktu 4 bulan ke depan. (Latief)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan