Antisipasi Pasokan, RI Datangkan Dua Kargo LPG dari Australia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan langkah antisipasi pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dengan mendatangkan tambahan kargo impor di tengah dinamika pasar global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut dua kargo LPG dari Australia dijadwalkan masuk pada akhir pekan ini.

Bahlil mengungkapkan, cadangan LPG nasional saat ini berada di level 15,66 hari. Pemerintah terus memantau perkembangan pasokan global dan menyiapkan strategi pengamanan stok menjelang peningkatan konsumsi pada periode hari raya.


Baca Juga: Bahlil Lapor Prabowo, Stok BBM dan LPG Aman Jelang Hari Raya Idulfitri

“Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG,” ujar Bahlil saat melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik. Dari total impor sekitar 7,6 juta ton per tahun, sekitar 70%–75% berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20% dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Menurut Bahlil, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pasokan melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara untuk mengurangi risiko gangguan suplai. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan global, termasuk dinamika permintaan di sejumlah negara konsumen besar.

Selain dua kargo yang segera masuk, pemerintah juga telah menjadwalkan tambahan pasokan LPG pada periode berikutnya. Satu kargo dijadwalkan masuk pada awal Maret, disusul satu kargo lainnya beberapa hari kemudian.

Dengan tambahan pasokan tersebut, Bahlil memastikan ketersediaan LPG nasional pada periode Januari hingga April dalam kondisi aman.

Baca Juga: Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di WK North Ketapang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News