KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) mengatur strategi guna menghadapi tantangan likuiditas di pasar dengan membatasi laju pertumbuhan kredit. Ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas kredit tetap di level yang prima. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BTN berhasil tumbuh 11,2% menjadi Rp 418,11 triliun. Namun, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyebut pihaknya bakal relatif mengerem pertumbuhan kredit agar tetap di dalam target 8%–10% yang dipatok bank hingga akhir tahun. Sebabnya adalah suku bunga tinggi, yang membuat persaingan dana kian ketat. “Kami belum melihat adanya tanda-tanda suku bunga akan termoderasi atau turun. SRBI itu saja sudah lebih dari seribu triliun, sehingga likuiditas di pasar memang sangat ketat,” jelas Nixon dalam paparan kinerja, Kamis (13/7/2026).
Antisipasi Pengetatan Likuiditas, BTN Mengerem Laju Pertumbuhan Kredit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) mengatur strategi guna menghadapi tantangan likuiditas di pasar dengan membatasi laju pertumbuhan kredit. Ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas kredit tetap di level yang prima. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BTN berhasil tumbuh 11,2% menjadi Rp 418,11 triliun. Namun, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyebut pihaknya bakal relatif mengerem pertumbuhan kredit agar tetap di dalam target 8%–10% yang dipatok bank hingga akhir tahun. Sebabnya adalah suku bunga tinggi, yang membuat persaingan dana kian ketat. “Kami belum melihat adanya tanda-tanda suku bunga akan termoderasi atau turun. SRBI itu saja sudah lebih dari seribu triliun, sehingga likuiditas di pasar memang sangat ketat,” jelas Nixon dalam paparan kinerja, Kamis (13/7/2026).
TAG: