ANTM peroleh fasilitas hedging US$ 60 juta



JAKARTA. PT Antam Tbk (ANTM) menandatangani fasilitas lindung nilai (hedging) dengan PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI). Hedging yang diperoleh ANTM berjumlah US$ 20 juta dari Bank Mandiri, US$ 10 juta dari BRI, dan US$ 30 juta dari BNI.

Direktur Utama ANTAM, Tedy Badrujaman mengatakan dalam pers rilis (25/5) bahwa tujuannya untuk menghadapi resiko keuangan termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata asing.

"Manajemen risiko ANTAM ditujukan menghadapi ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar keuangan dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan," kata Tedy.


Untuk meminimalkan risiko foreign exchange yang dihadapi, ANTM memiliki strategi lindung nilai melalui instrumen natural hedging serta instrumen lindung nilai lain seperti plain vanilla options dan forward and cross currency swaps (CCS) options.

Sebagian besar pendapatan dari kas ANTM sendiri memang dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Sedangkan beban operasi dalam mata uang rupiah.

Dalam laporan keuangan Antam, pada kuartal I-2014 mereka mencatatkan rugi periode berjalan hingga Rp 272,61 miliar. Lalu pada kuartal I-2015, perusahaan itu merugi Rp 240,21 miliar.

Selisih rugi kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 94,63 juta. Dibandingkan tahun kuartal I-2015 lalu yang laba selisih kursnya sebesar Rp 474,41 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News