Antusias Tinggi, Jemaah Haji Diimbau Tak Pergi Sendirian ke Nabawi



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji 1447 H atau 2026 gelombang pertama akan tiba di Madinah pada 22 April 2026 mendatang. Jemaah diimbau untuk tidak bepergian sendirian demi menjaga keselamatan, sekaligus tetap disiplin menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal.

Kasi Pelaksana Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jemaah Haji, serta Layanan Lansia dan Disabilitas Andarisukma D. Rahmalia membeberkan, jemaah gelombang pertama umumnya memiliki tingkat antusiasme yang tinggi karena banyak di antaranya baru pertama kali mengunjungi Tanah Suci, termasuk ke Masjid Nabawi.

“Jadi mereka akan excited, itu risiko tersesatnya besar. Jadi Jemaah nanti disarankan jangan pernah pergi ke Masjid Nabawi sendiri. Jadi harus sama rombongan minimal 2 orang,” tutur Rahmalia saat ditemui di Kantor Urusan Haji Madinah, Senin (20/4/2026).


Baca Juga: Persiapan Final Haji 2026, Jemaah RI Pertama Tiba di Madinah 22 April

Sebelum berangkat ke masjid, jemaah harus didampingi oleh ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), maupun petugas kloter yang akan mengantarkan pada kunjungan pertama ke masjid.

Ia menjelaskan, nantinya akan disediakan penanda-penanda, seperti patokan nomor atau gate tertentu, untuk membantu jemaah mengenali lokasi dan mencegah tersesat. Jemaah diminta memahami dan mengingat titik-titik tersebut, setidaknya sebagai acuan dasar saat beraktivitas di sekitar Masjid Nabawi.

Terkait layanan kesehatan, Rahmalia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lima pos kesehatan di area Masjid Nabawi. Di sektor khusus, tim PKPPJH akan menangani berbagai kebutuhan jemaah, termasuk masalah kesehatan. Sementara itu, fasilitas kursi roda juga disediakan oleh petugas sektor bagi jemaah yang membutuhkan.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan tim PKPPJH di tingkat kloter, terutama saat proses kedatangan maupun pemberangkatan jemaah ke Makkah. Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan khusus, seperti penyediaan kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan.

Baca Juga: Cuaca Hambat Panen, Ini Solusi Pemerintah Redam Gejolak Harga

“Kira-kira kita akan butuh 10 kursi roda nih, berarti kita menyediakan 10 kursi roda. Jadi pun kita akan menghubungi dengan petugas kloternya, kan ada laporan kedatangan dari petugas kloter,” jelasnya.

Selain itu, penyediaan fasilitas tersebut juga melibatkan kerja sama dengan tim kesehatan di sektor. Petugas sektor akan mengenakan seragam resmi, sementara tim PKPPJH yang tidak berada di sektor tetap berperan dari hotel khusus tempat jemaah berada, sehingga koordinasi tetap berjalan untuk memastikan layanan bagi jemaah tetap optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News