Anwar Abbas Soroti Pergantian Menkeu: Kebijakan Ekonomi Jangan Berpihak ke Oligarki



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai berpotensi mengubah arah kebijakan ekonomi nasional. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas, mengingatkan agar kebijakan ekonomi pemerintah tetap berpijak pada amanat konstitusi dan tidak kembali menguntungkan kelompok oligarki.

Anwar menilai, selama sekitar satu tahun terakhir, kebijakan yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya cukup keras dalam membela kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Salah satu sikap yang mendapat sorotan adalah tekad pemerintah untuk memberantas praktik mafia bisnis dan perdagangan.

Menurut dia, sejumlah pelaku usaha besar maupun kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik perdagangan ilegal dinilai merasa terusik dengan kebijakan tersebut.


"Pendulum kebijakan ekonomi di negeri ini tampak seperti akan kembali berpihak kepada oligarki karena menteri keuangan yang dalam satu tahun terakhir cukup keras membela kepentingan rakyat, bangsa dan negara sudah diganti," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (15/9).

Anwar menyoroti sejumlah praktik yang menurutnya merugikan negara dan masyarakat, antara lain under invoicing serta penyelundupan yang diduga melibatkan oknum aparat, termasuk di sektor kepabeanan dan cukai.

Ia juga menyinggung persoalan impor ilegal yang menyasar sejumlah komoditas, seperti baja, tekstil, dan pakaian bekas. Menurut Anwar, praktik tersebut dapat menekan industri dalam negeri dan pada akhirnya berdampak terhadap keberlangsungan lapangan kerja.

"Impor baja ilegal dan tekstil serta baju bekas membuat pabrik baja dan industri tekstil dalam negeri menjadi bermasalah dan kelimpungan sehingga terjadi banyak PHK," ujarnya.

Lebih jauh, Anwar menilai persoalan ekonomi Indonesia bukan hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan ilegal. Ia juga menyoroti potensi dominasi kelompok oligarki dalam pengelolaan anggaran negara.

Menurutnya, apabila kekuatan ekonomi dan politik terkonsentrasi pada kelompok yang sama, kondisi tersebut dapat mengancam terciptanya sistem ekonomi yang adil.

Anwar mengutip pandangan ekonom Milton Friedman bahwa konsentrasi kekuatan ekonomi dan politik pada tangan yang sama dapat menjadi jalan menuju tirani.

Untuk itu , ia berharap menteri keuangan yang baru bisa konsisten melaksanakan sistem ekonomi yang diamanatkan oleh konstitusi.

"Jika tidak maka rakyat akan marah sebab kesenjangan sosial ekonomi di negeri ini akan semakin tajam dan kita tentu tidak mau hal itu terjadi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News