Anyaman Cantik Harmoni yang Merangsek Pasar Ekspor



Kerajinan tangan berbahan alam tak hanya menjadi pemanis interior rumah, tetapi bisa menjadi bisnis di pasar ekspor. Peluang inilah yang digarap PT Harmoni Jaya Kreasi, produsen aksesori anyaman yang berbasis di Yogyakarta.

BERAWAL menjadi pemasok produk kerajinan bagi perusahaan yang lebih dulu berkembang, PT Harmoni Jaya Kreasi membangun landasan bisnisnya sejak 2011. Perusahaan mengembangkan usaha mengandalkan kerajinan berbahan alam yang dikerjakan secara manual oleh perajin lokal.

Erna Tri Tustyowati, Marketing Manager PT Harmoni Jaya Kreasi berhasil membawa perusahaan tumbuh dan juga memberi manfaat untuk masyarakat di sekitarnya.


"Kalau dibandingkan dengan awal berdiri, boleh dibilang bisnis kami berkembang menjadi lebih besar dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, baik tenaga kerja internal maupun relasi kerja," ujar Erna kepada KONTAN, pekan lalu.

Saat ini, Harmoni menawarkan beragam produk dekorasi dan perlengkapan rumah, mulai dari vas, keranjang, patung dekoratif, baki, hampers, hiasan dinding, perlengkapan rumah tangga, hingga cermin.

Menurut Erna, keunggulan produknya ada pada pengolahan bahan alam melalui beragam teknik anyaman serta sentuhan akhir yang membuat produknya memiliki tampilan berbeda.

Selain itu, mereka berupaya mengembangkan produk fungsional, tanpa mengesampingkan unsur estetika. "Teknik seperti ini tidak semua perusahaan bisa membuatnya," jelas Erna.

Untuk menunjang kegiatan usaha, Harmoni memiliki area kantor dan gudang seluas 2.500 meter persegi di Yogyakarta. Proses penyelesaian hingga persiapan pengiriman ada di lokasi yang sama agar dapat menjaga kualitas produksi.

Secara kapasitas, Erna menyebut, Harmoni mampu memproduksi sekitar tiga hingga lima kontainer kerajinan per bulan, tergantung musim dan model produk yang dipesan. Produk kerajinan Harmoni sudah menembus pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.

Kini omzet Harmoni mencapai sekitar Rp 250 juta - Rp 300 juta per bulan, dan ditopang 18 karyawan. Peluang ini diperoleh dari hasil ikut pameran yang menghubungkannya dengan banyak calon buyer.

"Ke depan, kami terus mencari ide desain baru yang bisa menjadi tabungan koleksi, dibawa ke pameran, dan ditawarkan kepada buyer," ujar dia. Harmoni berencana memperluas variasi bahan baku yang tadinya dominan anyaman ke bahan kayu.

Tahun ini, Harmoni menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya tekanan daya beli. Bahkan permintaan pembeli eksklusif pun turun. Tantangan lainnya yaitu tenaga kerja generasi muda enggan jadi perajin. Agar memadai memenuhi permintaan, Harmoni membentuk kelompok kerja untuk memberikan pelatihan menganyam kepada masyarakat setempat di berbagai dusun. "Langkah ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan penjualan, sekaligus membuka lapangan pekerjaan di wilayah setempat," kata Erna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: