ANZ Panin Targetkan Jadi Pemimpin Pasar Bank Asing di Indonesia



JAKARTA. Setelah menyelesaikan akuisisi bisnis ritel, komersial, dan private banking milik Royal Bank of Scotland (RBS) di Indonesia, PT ANZ Panin Bank semakin percaya diri. Bank asing yang saat ini berada di urutan keempat setelah Citibank, HSBC, dan Standard Chartered Bank ini optimistis bisa menjadi pemimpin pasar bank asing di Indonesia dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Alex Thursby, CEO ANZ untuk Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika dan Joseph Abraham, CEO PT ANZ Panin Bank Indonesia. "Indonesia akan terus menjadi pasar utama yang sangat penting dan ANZ Group akan terus berinvestasi di negara ini," ujarnya, Jumat (18/6).

Abraham bilang, ANZ Panin memiliki strategi yang sangat jelas di Indonesia. Setelah mengakuisisi bisnis RBS Indonesia, jumlah cabang ANZ Panin tumbuh dari 10 cabang menjadi 28 cabang di seluruh Indonesia. Sekitar 13 cabang ada di Jakarta, 15 cabang lainnya tersebar di luar Jakarta. "Kami akan memberikan layanan yang paling komprehensif. Tim kami di Indonesia juga luar biasa, kami percaya bisa meraih target tersebut tiga tahun mendatang," tandas Abraham.


Dalam setahun terakhir, ANZ telah membenamkan investasi lebih dari US$ 75 juta di Indonesia. ANZ Panin Bank menyediakan layanan perbankan ritel, consumer finance, corporate business yang fokus ke sektor sumber daya alam, termasuk bidang pertambangan dan energi, serta membidik penyaluran kredit ke sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Test Test