KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Angkasa Pura I (Persero) alias AP I saat ini memiliki utang total sekitar Rp 32,7 triliun. Utang ini terdiri dari utang kepada kreditur dan investor sebesar Rp 28 triliun, serta utang kepada pegawai & supplier sebesar Rp 4,7 triliun. Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengungkapkan, utang tersebut sebagian besar digunakan untuk pembangunan dan pengembangan di 10 bandara AP I sejak tahun 2017 lalu. "Hal ini yang membuat aset kami juga meningkat tajam dari semula Rp 24 triliun di 2017 hingga diestimasi mencapai Rp 47 triliun di 2022," ungkap Handy kepada Kontan.co.id, Kamis (23/12). Dari sisi kinerja bisnis dan operasional, pandemi Covid-19 menghantam industri penerbangan, termasuk bagi AP I. Akibatnya, rate loss per bulan rata-rata mencapai sekitar Rp 200 miliar.
AP I Punya Utang Rp 32,7 Triliun, Sebagian Besar Untuk Menggarap 10 Bandara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Angkasa Pura I (Persero) alias AP I saat ini memiliki utang total sekitar Rp 32,7 triliun. Utang ini terdiri dari utang kepada kreditur dan investor sebesar Rp 28 triliun, serta utang kepada pegawai & supplier sebesar Rp 4,7 triliun. Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengungkapkan, utang tersebut sebagian besar digunakan untuk pembangunan dan pengembangan di 10 bandara AP I sejak tahun 2017 lalu. "Hal ini yang membuat aset kami juga meningkat tajam dari semula Rp 24 triliun di 2017 hingga diestimasi mencapai Rp 47 triliun di 2022," ungkap Handy kepada Kontan.co.id, Kamis (23/12). Dari sisi kinerja bisnis dan operasional, pandemi Covid-19 menghantam industri penerbangan, termasuk bagi AP I. Akibatnya, rate loss per bulan rata-rata mencapai sekitar Rp 200 miliar.