KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai 1 Februari 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin berencana untuk untuk melarang ekspor minyak mentah ke negara G-7. Hal ini merespon upaya G7 untuk membatasi harga jual minyak Rusia. Berdasarkan data Eurostat per kuartal ke III 2022, Uni Eropa mengimpor minyak paling besar dari Rusia sebesar 14,4%, disusul AS 11,9%, Norwegia 10,4%, Saudi Arabia 9,1%, Iraq 7,6%, dan Kazakhstan 6,8%. Menurut Direktur Celios Bhima Yudhistira, porsi impor minyak dari Rusia sudah menyusut jauh dari 2021 sebesar 24,8% menjadi 14,4%. Tetapi keputusan Rusia melarang ekspor minyak akan membuat Eropa kehilangan 14,4%, dan itu jumlah yang signifikan untuk membuat Eropa krisis energi di musim dingin.
Apa Dampak Larangan Ekspor Minyak Rusia ke G7 Terhadap Ekonomi RI?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai 1 Februari 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin berencana untuk untuk melarang ekspor minyak mentah ke negara G-7. Hal ini merespon upaya G7 untuk membatasi harga jual minyak Rusia. Berdasarkan data Eurostat per kuartal ke III 2022, Uni Eropa mengimpor minyak paling besar dari Rusia sebesar 14,4%, disusul AS 11,9%, Norwegia 10,4%, Saudi Arabia 9,1%, Iraq 7,6%, dan Kazakhstan 6,8%. Menurut Direktur Celios Bhima Yudhistira, porsi impor minyak dari Rusia sudah menyusut jauh dari 2021 sebesar 24,8% menjadi 14,4%. Tetapi keputusan Rusia melarang ekspor minyak akan membuat Eropa kehilangan 14,4%, dan itu jumlah yang signifikan untuk membuat Eropa krisis energi di musim dingin.