KONTAN.CO.ID - Aspartam adalah pemanis buatan yang biasanya digunakan dalam minuman kemasan maupun makanan ringan. Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikabarkan akan mengumumkan pemanis buatan aspartam sebagai pemicu kanker atau bahan karsinogen. Pengumuman tersebut kabarnya akan dikeluarkan pada 14 Juli mendatang, seperti diberitakan Reuters, Jumat (30/6/2023). Keputusan aspartam kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia disebut muncul berdasarkan penelitian oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), organisasi di bawah WHO.
Apa itu aspartam?
Aspartam adalah pemanis buatan yang digunakan dalam minuman kemasan maupun makanan ringan. Aspartam ditemukan pada tahun 1965 oleh James M. Schlatter. Schlatter memperoleh senyawa ini sebagai bagian dari penelitian obat antiulcer. Dirangkum dari laman NCBI, James M. Schlatter menemukan aspartam secara tidak sengaja setelah menjilat jarinya usai melakukan penelitian. Awalnya, terdapat kendala awal legalisasi senyawa ini sebagai bahan tambahan makanan. Namun, pada 1981 dimulai produksi skala besar. Daya tarik aspartam sebagai pemanis adalah sekitar 200 kali lebih manis dari gula, sedangkan nilai kalorinya hampir nol. Namun, rasa aspartam tidak identik dengan gula biasa. Rasa aspartam membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul, dan biasanya memiliki aftertaste. Baca Juga: Ini Panduan Terbaru WHO Bagi Anda Para Pejuang DietAspartam berfungsi sebagai apa?
Aspartam berfungsi sebagai penggantu sukrosa yang biasa digunakan dalam makanan. Aspartam jauh lebih manis daripada gula sehingga penggunaannya hanya butuh sedikit saja untuk memberikan rasa manis dibandingkan gula. Aspartam umumnya digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman siap saji. Selain itu, aspartam juga digunakan dalam beberapa resep yang tidak memerlukan terlalu banyak pemanasan lantaran panas dapat memecah aspartam. Aspartam juga ditemukan dalam penyedap makanan. Baca Juga: Apa Saja Bahaya Minuman Bersoda bagi Kesehatan Tubuh? Jangan AbaikanApakah aspartam pemicu kanker?
Rumor mengenai aspartam pemicu kanker sudah ada selama bertahun-tahun. Kekhawatiran mengenai aspartam pemicu kanker berasal dari hasil penelitian pada tikus oleh sekelompok peneliti Italia. Dirangkum dari laman American Cancer Society, hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa aspartam meningkatkan risiko beberapa jenis kanker yang berhubungan dengan darah (leukemia dan limfoma). Namun, ulasan selanjutnya dari data dari studi ini membuat hasil penelitian ini dipertanyakan. Hasil studi epidemiologi (studi terhadap sekelompok orang) tentang kemungkinan hubungan antara aspartam dan kanker (termasuk kanker terkait darah) belum konsisten. Baca Juga: Anda Sedang Program Hamil dan Kesehatan Simak 5 Manfaat Buah Zuriat Secara umum, American Cancer Society belum menentukan secara pasti bahwa aspartam bisa sebagai pemicu kanker. Berdasarkan penelitian saat ini, beberapa organisasi ini telah membuat keputusan sebagai berikut:- Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyimpulkan bahwa penggunaan aspartam sebagai pemanis adalah aman.
- Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) telah menyatakan, penelitian tidak menunjukkan peningkatan risiko yang terkait dengan konsumsi aspartam terhadap leukemia, tumor otak, atau berbagai jenis kanker, termasuk kanker otak, limfatik, dan hematopoietik (darah).