KONTAN.CO.ID - Warren Buffett dihormati karena kecerdasan dalam berbisnis. Dia juga dikenal karena menghasilkan kebijaksanaan brilian yang melampaui Wall Street. Untuk nasihat karier, Anda akan kesulitan menemukan banyak orang yang lebih berwawasan daripada Buffett. Dengan pemikirannya, Buffett dapat menulis beberapa halaman mendalam tentang produktivitas. Anehnya, dia tidak pernah menulis buku, tetapi aturan 5/25 nya pasti akan muncul lebih awal saat Anda mencari tentang petuah Warren Buffett di internet.
Apa itu Aturan 25/5?
Melansir Kanbanzone.com, popularitas aturan 5/25 berasal dari cerita tentang Warren Buffett yang telah memberi Mike Flint, pilotnya selama 10 tahun, nasihat tentang prioritas kariernya. Sarannya adalah membuat daftar 25 tujuan karier teratasnya, dan dari 25 itu, lingkari 5 teratas. Buffett kemudian menyarankan Flint untuk fokus pada 5 ini dan melepaskan yang lain. Gagasan aturan 5/25 pada dasarnya membantu Anda mempersempit daftar prioritas Anda menjadi hal-hal yang lebih penting bagi Anda. Anda mungkin memiliki banyak hal yang ingin Anda lakukan. Baca Juga: 3 Hal yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak Tentang Uang ala Warren Buffett Itu bisa kurang dari 25 atau lebih dari 25, tetapi jika Anda benar-benar menganggap semua tujuan ini sangat penting, mempersempit daftar Anda menjadi 5 bisa menjadi tantangan. Mengutip Friday.app, aturan 5/25 dapat diterapkan pada target pribadi atau profesional, keluarga atau tujuan karier, sehingga menjadikannya teknik yang efektif dan sederhana untuk memprioritaskan semua aspek kehidupan. Membuat daftar tujuan bukanlah hal baru. Faktanya, ini adalah langkah pertama yang khas dalam metode penetapan tujuan yang tak terhitung jumlahnya. Buffett berhasil membuat aturan ini begitu unik. Nah, aturan 5/25 merupakan bagaimana Anda memprioritaskan tujuan seperti Warren Buffett. Yakni, hanya berfokus atau berkomitmen sepenuhnya pada sejumlah tujuan, sehingga meningkatkan peluang untuk menyelesaikannya dengan lebih efektif daripada jika Anda menangani semua tujuan Anda sekaligus. Baca Juga: Bankir Masih Ramal Resesi di 2023, Ini Jurus Warren Buffett untuk Menghadapinya Pada kenyataannya, berfokus pada lebih sedikit tujuan adalah sepenuhnya logis, persis seperti yang sering dilakukan oleh otak kita yang lebih fokus pada satu masalah.