KONTAN.CO.ID - Pahami arti Dividen saham, fungsi, hingga aturan pada BEI. Setiap kali emiten atau perusahaan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membagikan dividen, tentu ramai diperbincangkan oleh investor. Pembagian dividen ini biasanya dilakukan perusahaan yang telah mencetak laba bersih dan ingin memberikan nilai tambah kepada para investornya Lalu, apa sebenarnya Dividen saham yang dibagikan? dan apa fungsinya? Simak penjelasan selengkapnya.
Pengertian Dividen Saham
Fungsi Dividen Saham
Ada beberapa fungsi pembagian Dividen oleh perusahaan untuk pemegang saham.- Mengapresiasi Pemegang Saham: Sebagai bentuk penghargaan kepada pemegang saham atas kepercayaan mereka terhadap perusahaan.
- Meningkatkan Kepemilikan Saham: Memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk menambah jumlah saham tanpa harus membeli secara langsung.
- Mempertahankan Arus Kas Perusahaan: Dengan memberikan dividen saham, perusahaan dapat menjaga likuiditas kasnya untuk kebutuhan operasional atau ekspansi.
- Kapitalisasi Saham: Pemegang saham dapat memperoleh keuntungan lebih besar jika harga saham meningkat di masa depan.
- Meningkatkan Jumlah Saham yang Dimiliki: Pemegang saham mendapatkan tambahan saham yang dapat mereka jual atau simpan sebagai aset investasi.
Regulasi Dividen Saham di BEI
Ada beberapa gambaran terkait aturan pembagian Dividen oleh BEI.1. Keputusan Pembagian Dividen
Pembagian dividen dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan bagian dari keuntungan yang diperoleh kepada pemegang saham. Keputusan untuk membagikan dividen, baik berupa uang tunai atau saham, harus disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat ini, para pemegang saham akan memberikan suara apakah mereka setuju dengan usulan pembagian dividen atau tidak. Dewan direksi dan dewan komisaris biasanya mengusulkan jumlah dividen yang akan dibagikan, yang kemudian disetujui oleh pemegang saham. RUPS juga akan menentukan jenis dividen yang akan dibagikan, apakah dalam bentuk dividen tunai (cash dividend) atau dividen saham (stock dividend). Keputusan ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan pemegang saham dan strategi perusahaan dalam mengelola keuntungan yang ada. Baca Juga: Pilih Merek yang Sudah Teruji atau Return Tinggi? Ini yang Dipilih Warren Buffett2. Syarat Laba Bersih
Perusahaan yang ingin membagikan dividen harus memenuhi syarat tertentu, salah satunya adalah mencetak laba bersih. Laba bersih adalah keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi dengan biaya-biaya operasional, pajak, dan kewajiban lainnya. Tanpa laba bersih yang cukup, perusahaan tidak dapat membagikan dividen kepada para pemegang saham. Selain itu, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan diwajibkan untuk menyisihkan sebagian dari laba bersihnya sebagai cadangan wajib. Cadangan wajib ini harus disisihkan setidaknya 20% dari modal yang disetor. Cadangan ini bertujuan untuk memastikan perusahaan memiliki dana yang cukup untuk keperluan operasional dan menghindari kesulitan keuangan di masa depan. Setelah mencadangkan sejumlah uang sesuai ketentuan tersebut, perusahaan baru dapat mengalokasikan sisa laba bersih untuk pembagian dividen. Baca Juga: Saatnya Membandingkan Kinerja Grup Konglomerat di Sepanjang Tahun 20243. Tanggal Penting dalam Dividen Saham
Ada beberapa tanggal penting yang harus diperhatikan oleh para pemegang saham terkait pembagian dividen, yaitu:- Cum Date
- Ex Date
- Recording Date