Apa Itu Influencer? Inilah Jenis, Cara Kerja, dan Contoh Influencer di Medsos



KONTAN.CO.ID - Influencer adalah istilah yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indoneia. Namun, apa itu influencer? 

Influencer adalah figur dalam media sosial yang memiliki jumlah pengikut signifikan, dan hal yang mereka sampaikan dapat mempengaruhi perilaku pengikutnya. Hal tersebut merupakan arti influencer oleh Hariyanti & Wirapraja yang dikutip dari laman Binus.ac.id

Sementara menurut Brown & Hayes, influencer adalah pihak ketiga yang secara signifikan membentuk keputusan pembelian pelanggan.


Sedangkan menurut laman Influencer Marketing Hub, influencer adalah orang yang memiliki audience cukup banyak di media sosial dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan pembelian orang lain karena otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungannya dengan audiensnya.

Baca Juga: Linktree Gratis untuk Bio Instagram bagi Pemula, Ini Cara Membuat!

Sementara, arti influencer di media sosial adalah orang-orang yang telah membangun reputasi untuk pengetahuan dan keahlian mereka tentang topik tertentu. Misalnya, di topik skincare dan kosmetik terdapat influencer Indonesia Suhay Salim maupun Tasya Farasya sebagai beauty vlogger.

Nah, karena pengaruh yang dimiliki oleh influencer terhadap audiens mereka, saat ini influencer juga digunakan sebagai sarana pemasaran sebuah produk. Peran influencer pun mulai jadi brand ambassador, paid promote, sampai endorse suatu produk. 

Lantas, bagaimana cara kerja influencer? 

Baca Juga: Inilah Cara Membuat Linktree Gratis untuk Bio Instagram Bagi Pemula

Cara kerja influencer dan endorsement 

Dikutip dari laman Influencer Marketing Hub, cara kerja influencer yakni membuat unggahan secara reguler tentang topik tertentu di saluran media sosial mereka dan menggaet banyak pengikut yang antusias dan aktif terlibat di unggahan tersebut. 

Biasanya, brand atau perusahaan menyukai influencer media sosial karena mereka dapat menciptakan tren dan mempengaruhi pengikut mereka untuk membeli produk yang mereka promosikan. 

Baca Juga: Masuk LQ45, Begini Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

Dalam tugasnya, influencer harus melakukan endorsement. Endorsement adalah bentuk iklan atau promosi yang dilakukan oleh mereka yang dianggap publik figur.  

Meski demikian, besarnya jumlah pengikut tak serta merta lebih efektif dibandingkan dengan influencer yang memiliki jumlah pengikut lebih sedikit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan iklan endorsement menggunakan influencer.  

Faktor kesuksesan endorse dari influencer adalah salah satunya kedekatan selebgram dengan para pengikutnya. Itu sebabnya, tolak ukur keberhasilan dalam iklan melalui influencer adalah melalui engagement rate

Baca Juga: Melokal, Upaya Kemenperin Tingkatkan Kecintaan Masyarakat pada Produk Dalam Negeri

Engagement rate adalah nilai persentase antara jumlah pengikut yang aktif berinteraksi di media sosial. Semakin tinggi nilai engagement rate, semakin besar pula peluang keberhasilan endorsement. 

Angka engagement rate juga bisa menyeleksi jumlah pengikut palsu atau fake account. Kegiatan endorsement juga tidaklah rumit atau memerlukan prosedur panjang. 

Biasanya, pengiklan hanya perlu menghubungi sang influencer melalui pesan singkat atau direct message untuk kemudian dilanjutkan dengan transaksi. 

Baca Juga: Bergabung di Ekosistem Digital Hub, Social Bread Majukan Content Creator Indonesia

Jenis influencer berdasarkan konten dan media yang dipakai

Selanjutnya, akan dibahas mengenai jenis influencer berdasarkan konten yang mereka buat serta media yang mereka gunakan. Nah, berikut jenis-jenisnya berdasarkan konten influencer adalah:

1. Blogger

Blogger adalah influencer yang memperoleh pengikut mereka di blog berdasarkan topik-topik tertentu di tulisan mereka. Biasanya, blogger terutama mikro blogger memiliki hubungan paling autentik dan aktif dengan pengikut mereka. 

Brand biasanya menyukai blogger karena blogger bisa memberikan ulasan atau review mengenai produk mereka yang bisa mempengaruhi pembaca membeli produk brand tersebut. Selain itu, topik blogger pun beragam seperti tentang keuangan, kesehatan, pengasuhan anak (parenting), musik, jalan-jalan, maupun kuliner. 

Contoh blogger di Indonesia yakni Trinity yang dikenal dengan blognya The Naked Traveler. Bahkan, kisah-kisah Trinity di The Naked Traveler diangkat sebagai film di bioskop. 

Baca Juga: Begini Cara Supaya FYP di TikTok, Harus Kenal Orang Dalam

2. YouTuber

Saat ini, jenis konten yang populer bagi influencer adalah YouTube. Influencer yang terkenal melalui YouTube biasa disebut YouTuber. 

Ada banyak YouTuber terkenal yang menjadi influencer Indonesia dengan jutaan pengikut seperti Atta Halilintar, Deddy Corbuzier, Tanboy Kun, Jerome Poline, Ria Ricis, maupun Jess No Limit. Masing-masing dari YouTuber ini mempunyai topik tertentu yang mereka bahas di kanal YouTube mereka. 

Baca Juga: 7 Trend Fashion Ini Bakal Dominasi Tahun 2023, Catat Ya

3. Selebgram

Selain itu, ada pula selebgram atau influencer yang berhasil menggaet banyak pengikut melalui media sosial Instagram. Contoh influencer selebgram adalah Rachel Venya, Anya Geraldine, Awkarin, dan masih banyak lagi. 

Selain itu, biasanya YouTuber maupun blogger juga mempromosikan konten-konten mereka melalui sosial media Instagram untuk menggaet audiens. 

4. Podcaster 

Podcasting adalah bentuk konten online yang relatif baru yang semakin populer.

Baca Juga: Begini Cara FC Barcelona Merayakan Tahun Baru Imlek, yuk Bergabung

Jenis influencer berdasarkan jumlah pengikutnya

Terdapat beberapa jenis influencer yang biasanya diklasifikasikan berdasarkan jumlah pengikut, berdasarkan jenis konten, dan berdasarkan tingkat pengaruh. Nah, berikut jenis-jenis influencer berdasarkan jumlah pengikut adalah:

1. Mega influencer

Mega influencer adalah influencer dengan banyak pengikut di jejaring sosial mereka. Mega influencer memiliki lebih dari 1 juta pengikut setidaknya di satu platform sosial, misalnya di Instagram.

Banyak mega influencer adalah artis yang mendapatkan ketenaran di layar kaca sebagai bintang film, olahragawan, musisi, dan bahkan bintang reality show. Namun, kini banyak mega influencer telah memperoleh banyak pengikut melalui aktivitas mereka di media sosial dan memulai kariernya bukan dari kalangan artis. 

Biasanya, hanya brand-brand besar yang berani membayar mega influencer untuk promosi produk mereka. Sebab, tarif mega influencer biasanya mahal, bisa sampai USD 1 juta untuk satu unggahan. Selain itu, mega influencer biasanya juga selektif memilih brand-brand yang akan bekerja sama dengan mereka. 

Baca Juga: 4 Tren Kecantikan yang bakal Happening di 2023 Versi Botanical Essentials

2. Makro influencer

Makro influencer adalah influencer yang memiliki pengikut sebanyak 40.000 hingga 1 juta pengikut di satu platform media sosial. Kelompok ini cenderung terdiri dari dua tipe orang yakni pertama selebritas kelas B, yang belum berhasil mencapai kesuksesan besar. 

Kedua adalah pakar atau ahli di bidang tertentu yang sukses di sosial media yang telah membangun pengikut yang lebih signifikan daripada mikro influencer biasa. Jenis makro-influencer kedua inilah yang cenderung lebih berguna bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk mereka. 

Makro influencer umumnya memiliki profil tinggi dan sangat baik dalam meningkatkan engagement ke audiens. Influencer ini juga lebih cenderung terbiasa bekerja dengan brand daripada mikro influencer, sehingga memudahkan komunikasi. 

Baca Juga: Rekomendasi Film dan Serial Terbaru di Disney+ Awal Januari, Jangan Lewatkan Gannibal

3. Mikro influencer

Mikro influencer adalah influencer yang memiliki 1.000 hingga 40.000 pengikut di satu platform media sosial. Biasanya, mikro influencer adalah orang biasa yang telah dikenal karena pengetahuan mereka tentang beberapa topik khusus. 

Sehingga, influencer ini biasanya mendapatkan pengikut media sosial yang cukup besar di antara para penggemar ceruk pasar itu. 

4. Nano-influencer

Nano influencer adalah influencer yang hanya memiliki pengikut sedikit yakni di bawah 1.000 followers. Orang-orang ini hanya memiliki sedikit pengikut, tetapi mereka cenderung ahli dalam bidang yang tidak jelas atau sangat terspesialisasi. 

Baca Juga: Daftar Produk Body Care dan Hair Care Terbaik Sepanjang Tahun 2022, Ada Favorit Anda?

Meski demikian, ada banyak pengikut nano inluncer yang bersedia untuk terlibat dengan nano influencer, dan mendengarkan pendapatnya. Tetapi, brand biasanya belum menganggap nano influencer ada. 

Jadi, influencer adalah mereka yang memiliki banyak pengikut di sosial media dan menggunakan kekuatannya untuk mempengaruhi audiensnya. 

Demikian, penjelasan mengenai apa itu influencer serta jenis-jenis influencer adalah berdasarkan jumlah pengikut maupun kontennya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News