KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu Kemarau Basah yang terjadi di Indonesia. Musim penghujan di Indonesia seharusnya telah berakhir menurut BMKG. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim penghujan di Indonesia umumnya dimulai pada akhir tahun dan berlangsung hingga awal tahun berikutnya, yaitu sekitar Oktober hingga Maret. Namun, waktu datangnya musim hujan bisa berbeda-beda tergantung wilayah, karena Indonesia memiliki pola iklim yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun.
Arti Kemarau Basah
Kemarau basah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan musim kemarau yang tetap mengalami curah hujan di atas normal atau masih cukup sering turun hujan. Dalam kondisi normal, musim kemarau di Indonesia berlangsung kering dan minim hujan. Namun pada fenomena kemarau basah, hujan tetap terjadi meski tidak setinggi musim hujan.Prediksi BMKG
BMG menginformasikan bahwa sejumlah daerah di Indonesia tengah mengalami kemarau basah, yaitu kondisi di mana hujan masih turun meskipun secara kalender telah memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan fenomena ini akan berlangsung hingga akhir musim kemarau pada Agustus 2025. Setelah itu, Indonesia diprediksi memasuki masa transisi atau pancaroba pada September hingga November 2025, sebelum musim hujan dimulai pada Desember 2025 dan berlangsung hingga Februari 2026. Baca Juga: Kapan Puncak Musim Kemarau 2025? Ini Jadwalnya di Berbagai WilayahPerbedaan Kemarau Biasa dan Basah
Kemarau biasa: pada kemarau biasanya curah hujan sangat rendah, langit cerah, dan kondisi udara kering. Kemarau basah: pada kemarau basah, curah hujan masih terjadi dan bisa cukup tinggi, walaupun berada di musim kemarau.Penyebab Kemarau Basah di Indonesia
Ada beberapa penyebab terjadinya kemarau basah pada bulan April hingga Agustus. 1. Pengaruh La Nina La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia karena suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih dingin dari normal. Ini meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. 2. Peningkatan Aktivitas Monsun Asia atau Angin Timur Jika monsun lebih aktif dari biasanya, bisa membawa lebih banyak uap air ke wilayah Indonesia. 3. Pengaruh Suhu Muka Laut yang Hangat di Perairan Indonesia Perairan yang lebih hangat memicu penguapan lebih tinggi sehingga pembentukan awan hujan lebih intensif, meskipun sedang musim kemarau. Baca Juga: BMKG Catat Suhu Tertinggi Tembus 37 Derajat Celcius Saat Kemarau, Ini PenyebabnyaTanda-Tanda Kemarau Basah
Biasanya tanda-tanda kemarau basah bisa ditemui dengan kondisi berikut.- Tetap terjadi hujan ringan hingga sedang saat seharusnya musim kering (biasanya April–September).
- Kelembapan udara tetap tinggi.
- Tanaman tetap tumbuh subur tanpa perlu banyak penyiraman.
- Sungai dan embung tidak mengalami kekeringan ekstrem.
- Langit sering berawan, tidak sekering biasanya.