KONTAN.CO.ID - Simak apa itu Profesi Diplomat beserta jalur karier untuk pemula. Diplomat merupakan ujung tombak hubungan internasional suatu negara, yang bertugas menjadi jembatan komunikasi dan negosiasi dengan negara lain. Lewat peran Diplomat, kebijakan luar negeri dirumuskan dan dikomunikasikan, perlindungan warga negara di luar negeri terjamin, serta kerjasama di bidang politik, ekonomi, dan budaya dapat terjalin dengan baik. Menjadi diplomat bukan sekadar soal berpakaian rapi dan menghadiri acara resmi, melainkan menuntut keahlian negosiasi, pemahaman lintas budaya, serta ketangguhan menghadapi dinamika global.
Baca Juga:
Hubungan dengan AS Makin Mesra, Rusia Tunjuk Diplomat Kawakan sebagai Dubes Amerika Apa Itu Diplomat?
Melansir dari laman
Kemenlu RI, Diplomat merupakan perwakilan resmi suatu negara yang bertugas menjalin dan memelihara hubungan antarnegara melalui jalur diplomatik. Peran Diplomat ditempatkan di kedutaan atau konsulat untuk mewakili kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan budaya negaranya di luar negeri. Anda perlu mengenal beberapa tugas, jalur karier, hingga tantangan yang perlu dipahami. Baca Juga:
Tembus 10 Juta Penonton, Kementerian Ekraf dan Kemenlu Dorong Film Jumbo Go Global Tugas Utama Diplomat
1. Perwakilan Politik Diplomat akan menyampaikan kebijakan dan pendapat pemerintah kepada otoritas negara tuan rumah. Selain itu, mereka berunding (negosiasi) dalam isu bilateral atau multilateral (perdagangan, keamanan, lingkungan). 2. Proteksi Warga Negara Memberi bantuan dan perlindungan kepada warga negaranya (WNI) yang berada di luar negeri—mulai urusan paspor hilang, tahanan, hingga evakuasi saat krisis. 3. Promosi Ekonomi dan Perdagangan Diplomat juga mempromosikan produk, investasi, dan peluang bisnis di negara tujuan. Kemudian, diplomat berupaya menjalin kerjasama ekonomi dan perdagangan antarnegara. 4. Budaya dan Pendidikan Nah, Diplomat juga membantu dalam program pertukaran pelajar, pameran budaya, dan sosialisasi bahasa. 5. Pelaporan dan Analisis Situasi Terakhir, Diplomat bertugas untuk memantau perkembangan politik, ekonomi, dan sosial negara tuan rumah. Selain itu, Diplomat membuat laporan intelijen diplomatik untuk pemerintah pusat. Baca Juga:
Kemenlu Israel Hapus Unggahan Belasungkawa untuk Paus, Picu Ketegangan Diplomatik Jalur Menjadi Diplomat
Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menjadi diplomat perlu mengetahui jenjangnya dengan status ASN. 1. Pendidikan Formal Umumnya: Sarjana Hubungan Internasional, Ilmu Politik, Hukum Internasional, Ekonomi, atau jurusan terkait. Seleksi CPNS Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Tahapan: administrasi → tes kompetensi dasar (TKD) → tes kompetensi bidang (TKB) → psikotes → wawancara panel → kesehatan. 2. Diklat Prajabatan Kemlu Jika lulus, calon diplomat menjalani Diklat Prajabatan selama beberapa bulan, mempelajari protokol diplomatik, bahasa asing, dan kebijakan luar negeri. 3. Penugasan Awal Ditempatkan sebagai Staf Teknis di Direktorat Jenderal, atau sebagai Pejabat Diplomatik Muda di perwakilan RI (kedutaan/konsulat di luar negeri). 4. Karier dan Promosi Berjalan lewat jenjang Pembina ke atas (Pembina, Pembina Utama Muda, Pembina Utama Madya, Pembina Utama). Setiap promosi bergantung prestasi, masa kerja, dan hasil penugasan. Baca Juga:
China Perluas Akses Investor Domestik ke Obligasi Luar Negeri Lewat Bond Connect Tantangan Seorang Diplomat
Nah, ada beberapa tantangan terkait profesi Diplomat 1. Adaptasi Budaya Anda harus cepat beradaptasi dengan norma, bahasa, dan kebiasaan setempat agar efektif berkomunikasi. 2. Jam Kerja dan Mobilitas Tinggi Sering lembur untuk urusan diplomatik, dan bisa dipindah-pindah penempatan (rotasi tiap 3–4 tahun). 3. Tekanan Politik dan Diplomatik Kemudian, Diplomat akan menangani isu sensitif (klaim wilayah, sanksi, perlindungan WNI) dengan hati-hati agar tidak merusak hubungan. 4. Keamanan dan Krisis Bertugas di wilayah konflik atau saat bencana alam, harus siap evakuasi dan mengorganisir perlindungan warga. 5. Kompleksitas Regulasi Internasional
Terakhir, Diplomat perlu memahami dan menegosiasikan perjanjian multilayer (ASEAN, PBB, WTO) yang sering berubah. Itulah penjelasan mengenai gambaran profesi Diplomat yang penting mewakili suatu negara di negara lain. Tonton:
Basuki Minta Anggaran OIKN Tahun 2026 Ditambah Rp 16,13 Triliun, Ini Alasannya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News