Apa Saja Keterampilan yang Jadi Prioritas di Pelatihan Kartu Prakerja?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seperti yang diketahui, mulai tahun ini, program Kartu Prakerja akan menjalankan skema normal. Ini berarti, program Kartu Prakerja tak lagi bersifat semi bantuan sosial (bansos) seperti yang sudah dilaksanakan sejak 2020. 

Nah, saat ini, program Kartu Prakerja fokus pengembangan keterampilan angkatan kerja. Beasiswa pelatihan pun dinaikkan, sedangkan insentif diturunkan. 

Secara total, jumlah nilai manfaat yang diterima peserta lebih tinggi dari sebelumnya, yakni dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 4,2 juta. 


Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, Indonesia merupakan negara besar yang memproduksi banyak hal, dari pertanian, manufaktur, dan jasa. Karena itu, beasiswa pelatihan Kartu Prakerja dipertajam kepada pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan. 

"Bidang-bidang ini telah dikaji lembaga-lembaga internasional dan Kemenko Perekonomian serta Bappenas," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/1/2023). 

Baca Juga: Kartu Prakerja Ajak Lembaga Pelatihan Berkualitas Gabung di Ekosistemnya

Sektor-sektor yang menjadi perhatian dalam pelatihan Kartu Prakerja antara lain: 

1. Riset pasar 2. Pengadaan barang jasa 3. Pengelolaan SDM  4. Penjualan produk 5. Pelatihan terkait data 6. General office (kantoran) 7. Operasi mesin 8. Engineering 9. Housekeeping 10. Kerajinan tenun, batik, anyam-anyaman 11. Jasa perorangan 12. Pertanian

"Terkait TKI, ternyata lebih dari tujuh persen penerima Kartu Prakerja adalah orang-orang yang tertarik bekerja ke luar negeri, serta mereka yang pernah bekerja di luar negeri. Kami siapkan pelatihan yang relevan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri, misalnya sektor hospitality, perhotelan, dan bahasa asing," ungkap Denni. 

Baca Juga: Digelar di Kuartal I 2023, Penerima Program Kartu Prakerja Tahun Lalu Bisa Ikut Lagi?

Dengan prioritas program Kartu Prakerja pada peningkatan keterampilan angkatan kerja, maka standar pelatihan ditingkatkan secara signifikan, dengan bidang pelatihan akan difokuskan sesuai kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini. 

Denni menegaskan, pasar tenaga kerja memiliki dua sisi, yakni sisi permintaan dan penawaran. Program Kartu Prakerja membekali angkatan kerja pada sisi penawaran (supply), sedangkan sisi permintaan (demand) atau lowongan kerja bukan kontrol Program Kartu Prakerja. 

Hal seperti itu dilakukan dengan program-program yang mendorong investasi, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja lebih besar. 

"Meskipun program Kartu Prakerja juga mendorong kewirausahaan yang artinya menciptakan lowongan kerja dan entrepreneur-entrepreneur muda," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beasiswa Pelatihan Kartu Prakerja Ditingkatkan, Ini Keterampilan yang Jadi Prioritas" Penulis : Ade Miranti Karunia Editor : Erlangga Djumena

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie