Apakah Diabetes Bisa Sembuh Total? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui



KONTAN.CO.ID - Apakah diabetes bisa sembuh total? Pertanyaan ini kerap muncul setelah seseorang didiagnosis menderita diabetes melitus atau penyakit kencing manis. Kondisi tersebut memang membutuhkan perhatian khusus karena berkaitan dengan gangguan pengaturan kadar gula darah dan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Mengutip dari laman Kemkes, diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Meski demikian, kadar gula darah tetap bisa dikendalikan melalui perubahan pola hidup dan pengobatan yang tepat. Pengendalian ini penting untuk mencegah komplikasi sekaligus membantu penderita menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Jika kadar gula darah terus-menerus tidak terkontrol, diabetes dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan penglihatan, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Lantas, bagaimana cara mengendalikan diabetes agar tidak berkembang menjadi komplikasi?

Apakah Diabetes Bisa Sembuh Total?


Diabetes melitus termasuk penyakit menahun yang memerlukan pengelolaan kesehatan secara berkelanjutan. Artinya, penderita perlu menjaga kadar gula darah agar tetap terkendali meskipun sudah menjalani pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat.

Dengan demikian, diabetes tidak dapat dianggap sembuh hanya karena kadar gula darah sudah kembali mendekati normal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian gula darah berjalan dengan baik, tetapi penderita tetap perlu memantau kesehatannya dan mengikuti anjuran dokter.

Salah satu tujuan utama penanganan diabetes adalah mencegah komplikasi akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Gangguan mata hingga kebutaan.
  • Gangren atau kerusakan jaringan tubuh yang dapat berujung pada amputasi.
  • Penyakit jantung.
  • Stroke.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan fungsi seksual, termasuk impotensi.
  • Obesitas.
Karena dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, diabetes juga kerap dijuluki silent killer. Oleh sebab itu, penderita perlu menjalani pengelolaan penyakit secara konsisten, bukan hanya mengandalkan obat ketika kadar gula darah meningkat.

Baca Juga: 9 Obat Diabetes yang Umumnya Diresepkan Dokter, Kenali Jenisnya

4 Pilar Pengendalian Diabetes Melitus

Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, diabetes bisa dikendalikan melalui 4 pilar penatalaksanaan. Pendekatan ini mencakup edukasi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan penggunaan obat-obatan.

1. Edukasi tentang Diabetes

Penderita perlu memahami kondisi kesehatannya, termasuk faktor yang memengaruhi kadar gula darah dan risiko komplikasi. Pengetahuan tersebut membantu pasien mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani perawatan sehari-hari.

Edukasi juga penting agar penderita memahami cara mengatur makanan, menjalankan aktivitas fisik, menggunakan obat sesuai petunjuk, serta memantau kadar gula darah.

2. Mengatur Pola Makan

Pengaturan makan atau diet diabetes bertujuan memperbaiki kebiasaan konsumsi makanan agar kadar gula darah dan kondisi metabolik lebih terkontrol.

Pola makan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori, usia, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik. Penderita juga perlu mendapatkan asupan protein, mineral, vitamin, serta serat yang cukup.

Beberapa prinsip diet diabetes yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat.
  • Mengutamakan makanan dengan indeks glikemik rendah.
  • Membatasi konsumsi gula sederhana.
  • Mengurangi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
  • Membatasi asupan garam atau natrium.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi sesuai kebutuhan.
Penderita diabetes tidak harus menghindari semua jenis makanan tertentu. Makanan tetap dapat dikonsumsi dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan kebutuhan gizi harian.

3. Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Olahraga menjadi bagian penting dalam pengendalian diabetes. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga dapat mendukung pengaturan kadar gula darah.

Penderita diabetes dapat melakukan latihan fisik secara teratur sebanyak 3–5 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

Jenis aktivitasnya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh. Namun, penderita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai atau meningkatkan intensitas olahraga, terutama jika memiliki komplikasi tertentu.

4. Menggunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter

Sebagian penderita diabetes membutuhkan obat untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Jenis pengobatan dapat berupa obat penurun glukosa oral maupun insulin, bergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.

Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan anjuran dokter. Penderita tidak disarankan mengurangi dosis, mengganti jenis obat, atau menghentikan pengobatan sendiri meskipun kadar gula darah sudah membaik.

Pengobatan juga perlu diimbangi dengan pengaturan makan dan aktivitas fisik agar pengendalian diabetes berjalan lebih optimal.

Baca Juga: 5 Ciri Diabetes pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Terapkan Prinsip 3J untuk Mengatur Pola Makan

Salah satu bagian penting dalam diet diabetes adalah menerapkan prinsip 3J, yaitu tepat jadwal, tepat jumlah, dan tepat jenis makanan. Ketiganya membantu penderita mengatur asupan makanan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

1. Tepat Jadwal

Penderita diabetes dianjurkan memiliki jadwal makan yang teratur. Sebagai contoh, waktu makan dapat dibagi menjadi beberapa sesi berikut:

  • Sarapan pukul 07.00 WIB.
  • Camilan pagi pukul 10.00 WIB.
  • Makan siang pukul 12.00 WIB.
  • Camilan sore pukul 15.00 WIB.
  • Makan malam pukul 19.00 WIB.
  • Camilan malam pukul 21.00 WIB jika diperlukan.
Jadwal tersebut merupakan contoh yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pengobatan masing-masing pasien. Keteraturan waktu makan membantu mengatur asupan makanan sepanjang hari.

2. Tepat Jumlah

Jumlah makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan zat gizi, seperti protein, lemak, serta karbohidrat. Kebutuhan tersebut dapat berbeda berdasarkan usia, berat badan, kondisi metabolik, dan aktivitas fisik.

Penderita juga perlu memperhatikan porsi setiap jenis makanan. Konsumsi karbohidrat atau makanan tinggi gula dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

3. Tepat Jenis

Pilih makanan yang beragam agar kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi. Penderita diabetes dianjurkan membatasi karbohidrat berlebihan, makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, gula, serta garam.

Sebaliknya, utamakan makanan tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Mengonsumsi berbagai jenis bahan makanan bergizi juga membantu memenuhi kebutuhan zat gizi yang tidak selalu tersedia dalam satu jenis makanan.

Tips Menjalani Hidup Sehat bagi Penderita Diabetes

Selain menjalankan 4 pilar pengendalian diabetes dan prinsip 3J, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kadar gula darah, antara lain:

  • Jalankan pola makan sehat secara konsisten sesuai rekomendasi dokter atau ahli gizi.
  • Kelola stres karena kondisi stres dapat memengaruhi kadar gula darah.
  • Lakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan tubuh.
  • Terapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperhatikan porsi.
  • Batasi makanan yang tinggi gula sederhana, lemak, dan natrium.
  • Pantau kadar gula darah sesuai jadwal yang dianjurkan tenaga medis.
Penderita juga dapat menggunakan prinsip piring makan model T sebagai panduan mengatur komposisi makanan utama. Buah-buahan dapat dipilih sebagai camilan dengan tetap memperhatikan jenis dan porsinya.

Baca Juga: 8 Pola Makan Sehat untuk Penderita Diabetes Melitus, Jaga Gula Darah

Diabetes Bisa Dikendalikan, tetapi Perlu Perawatan Berkelanjutan

Jadi, apakah diabetes bisa sembuh total? Secara umum, diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, kadar gula darah dapat dikendalikan melalui edukasi, pengaturan pola makan, olahraga, dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter.

Pengendalian gula darah yang konsisten bertujuan mencegah komplikasi, mempertahankan berat badan yang sehat, serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Karena itu, jangan menghentikan pengobatan hanya karena kadar gula darah sudah membaik.

Konsultasikan kondisi kesehatan secara berkala dengan dokter agar pengobatan, pola makan, dan aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News