Apakah Kencing Berbusa Berbahaya? Bisa Jadi Tanda Penyakit Berikut



Kencing Berbusa - Jakarta. Kencing berbusa pernah dialami sebagian orang. Apakah kencing berbusa berbahaya?

Air kencing biasanya berwarna kuning atau bening seperti air. Namun, terkadang ada yang mengalami kencing berbusa.

Menurut Kompas.com, kencing berbusa umumnya terjadi saat kecepatan semburan aliran buang air kecil terlalu kencang. Seperti halnya air yang berbusa saat keluar dari keran yang dibuka maksimal, urine juga akan berbusa apabila alirannya cukup cepat.


Kondisi tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, Anda perlu waspada apabila kencing dengan urine berbusa sering terjadi, bahkan saat semburan buang air kecil perlahan-lahan. Hal itu bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu.

Dilansir dari Health Line, kencing berbusa bisa menjadi tanda penyakit tertentu jika berlangsung dalam jangka waktu lama. Kencing berbusa bisa menjadi tanda penyakit tertentu jika disertai gejala lain, seperti:

  • Bengkak di tangan, kaki, wajah, dan perut , yang bisa jadi merupakan tanda penumpukan cairan dari ginjal yang rusak
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan jumlah urin
  • Urin keruh
  • Urin berwarna lebih gelap
  • Orgasme kering atau mengeluarkan sedikit atau bahkan tidak mengeluarkan air mani saat orgasme
Diberitakan Kompas.com, berikut beberapa gangguan kesehatan yang ditandai kencing berbusa:

1. Dehidrasi

Salah satu gangguan kesehatan yang ditandai kencing berbusa adalah dehidrasi. Melansir Medical News Today, kencing berbusa terkadang artinya dehidrasi atau kekurangan cairan.

Selain urine berbusa, dehidrasi ditandai dengan urine yang berwarna pekat atau gelap. Jika kencing dengan urine berbusa terkait dehidrasi, cara mengatasinya yakni minum banyak air putih dan cairan lain sampai urine berwarna bening atau nyaris transparan.

2. Penyakit ginjal

Selanjutnya, gangguan kesehatan yang ditandai kencing berbusa adalah penyakit ginjal. Salah satu fungsi ginjal adalah menyaring protein di dalam darah. Protein bertugas menjaga keseimbangan cairan.

Jika ginjal tidak dalam kondisi prima, protein dapat bocor dari ginjal ke dalam urine. Protein urine ini menyebabkan kencing berbusa. Selain urine berbusa, tanda penyakit ginjal tahap awal lainnya yakni kulit gatal tanpa sebab jelas, mual, sesak napas, beberapa bagian tubuh bengkak, sering kencing, lemas, dan muntah.

Apabila Anda mengalami beberapa tanda penyakit ginjal di atas, segera konsultasikan ke dokter. Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, merekomendasikan tes darah, sampai tes urine. Jika hasilnya mengarah pada penyakit ginjal, dokter akan meresepkan sejumlah obat sebagai cara mengatasi penyakitnya.

Selain itu, penderita juga perlu melakukan perubahan gaya hidup seperti makan makanan sehat rendah natrium, mengontrol tekanan darah dan gula darah, rutin berolahraga, dan tidak merokok. Apabila penyakit ginjal sudah parah dan ginjal tidak berfungsi dengan baik, dokter umumnya menyarankan cuci darah.

3. Diabetes

Diabetes juga bisa ditandai oleh kencing berbusa. Saat kadar gula darah tinggi, urine seseorang bisa berbuih. Seperti halnya protein, glukosa atau gula adalah molekul besar. Jika kadar glukosa tinggi, ginjal kesulitan menyaring molekul besar. Akibatnya, ginjal mengeluarkan kelebihan glukosa dan protein lewat urine dan kencing jadi berbusa.

Selain urine berbusa, gejala diabetes lainnya yakni pandangan kabur, mulut kering, sering haus, sering kencing, mudah lapar, kulit gatal, dan kelelahan tanpa sebab jelas. Cara mengatasi kencing berbusa terkait diabetes perlu mengontrol kadar gula darah. Penderita perlu rutin mengecek kadar gula darah dan mengonsumsi obat untuk menurunkan glukosa darah.

4. Ejakulasi retrogade

Bagi sejumlah pria, kencing berbusa bisa jadi tanda gangguan ejakulasi retrogade. Melansir Healthline, penyakit ini membuat air mani pria yang seharusnya dikeluarkan dari penis kembali ke kandung kemih. Ejakulasi retrogade menyebabkan pria mengalami orgasme kering.

Ejakulasi retrogade sebenarnya tidak perlu diobati, kecuali jika pria sedang menjalani program kesuburan untuk memiliki momongan. Cara mengatasi kencing berbusa terkait ejakulasi retrogade bisa dilakukan terapi obat. Sejumlah obat untuk masalah kesehatan pria ini dapat menutup leher kandung kemih, sehingga air manit tidak berbalik masuk kembali ke kandung kemih

Itulah penjelasan medis tentang kencing berbusa. Jika kencing berbusa terjadi dalam jangka lama, segera hubungi dokter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto