KONTAN.CO.ID - Jakarta. Belakangan berhembus kabar bahan bakar minyak (BBM) Pertalite akan dihapus. Apakah benar Pertalite akan dihapus? Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati memberikan penjelasan sebagai berikut. Kabar yang beredar adalah pemerintah berencana melakukan penghapusan BBM Pertalite secara bertahap. Kebijakan penghapusan Pertalite ini untuk mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. Rencana penghapusan Pertalite ini menyusul kebijakan sebelumnya yang saat ini telah berjalan, yakni penghapusan Premium. Saat ini, BBM Premium sudah langka. Hanya sebagian kecil SPBU yang menyediakan BBM Premium, itu pun dengan jumlah terbatas.
Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, hingga saat ini tidak ada kebijakan penghapusan BBM jenis Pertalite. Artinya, Pertalite masih dipasarkan dan dapat dibeli masyarakat. "Tidak ada ada kebijakan hari ini yang menghapuskan Pertalite. Pertalite masih ada di pasar, jadi silakan (dibeli)," ujar Nicke di Istana Wapres seperti dikutip dari Kanal Youtube Wakil Presiden RI, dikutip Rabu (29/12/2021).
Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Ia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor P20/Menlhk/Setjen/Kum1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang, maka direkomendasikan untuk penjualan BBM dengan research octane number (RON) 91. Sementara Premium memiliki RON 88 dan Pertalite dengan RON 90. Sehingga secara bertahap masyarakat akan didorong untuk menggunakan jenis BBM yang ramah lingkungan dengan RON 91. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mendorong peralihan penggunaan Premium ke Pertalite sejak tahun 2020. "Maka tahapan selanjutnya, kami akan mendorong masyarakat menggunakan yang lebih baik supaya sesuai ketentuan minuimum RON 91," kata Nicke. Meski demikian, untuk tahapan berikutnya Pertamina tidak akan serta merta melakukan penghapusan Pertalite. Pertamina akan lebih melakukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penggunaan BBM ramah lingkungan dan lebih baik untuk mesin kendaraan. "Ini lebih ke edukasi ke masyarakat mendorong menggunakan yang lebih baik yaitu Pertamax, agar kita berkontribusi terhadap penurunan karbon emisi di Indonesia," pungkasnya. Sebelum melakukan penghapusan Premium, Pertamina mendorong penggunaan Pertalite. Dulu, Pertamina menawarkan promo berupa potongan harga untuk pembelian Pertalite agar masyarakat mengurangi penggunaan Premium. Kini, setelah penghapusan Premium cukup berhasil, harga Pertalite tak lagi ada potongan / diskon.
Itulah penjelasan Direktur Utama Pertamina terkait kabar penghapusan Pertalite. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "
Bos Pertamina: Belum Ada Kebijakan Penghapusan Pertalite, Masih Ada di Pasar...", Penulis : Yohana Artha Uly Editor : Erlangga Djumena Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News