Apakah Suku Bunga AS Dipangkas dalam Waktu Dekat? Ini Sinyal dari Pejabat The Fed



KONTAN.CO.ID - Dua pejabat bank sentral Amerika Serikat memberi sinyal belum ada urgensi untuk mengubah kebijakan suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan ini meredam ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini.

Reuters melaporkan, sejumlah pelaku pasar memang masih memproyeksikan penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve. Namun, para pejabat bank sentral menilai kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil serta ketidakpastian arah inflasi membuat langkah pelonggaran belum mendesak.

Presiden The Fed Boston, Susan Collins, mengatakan kemungkinan besar suku bunga akan dipertahankan di kisaran saat ini untuk beberapa waktu ke depan. Ia menegaskan pendekatan yang sabar dan hati-hati tetap diperlukan karena berbagai skenario ekonomi masih mungkin terjadi.


Senada, Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, menyebut kebijakan moneter saat ini sudah berada di posisi yang tepat untuk menghadapi risiko terhadap prospek ekonomi.

Keduanya melihat pasar tenaga kerja berada dalam kondisi “low-hire, low-fire” di mana perekrutan rendah namun juga minim pemutusan hubungan kerja,  yang menunjukkan stabilitas. Meski demikian, mereka masih menunggu bukti lebih lanjut bahwa tekanan inflasi benar-benar mereda. Inflasi AS diketahui masih berada di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Baca Juga: Pemegang Saham Apple Tolak Laporan Risiko Ketergantungan Manufaktur di China

Dampak Tarif Dinilai Terbatas

Para pejabat tersebut juga menyinggung putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden Donald Trump, yang kemudian dibalas dengan kebijakan tarif baru. Namun, mereka menilai dinamika tersebut kemungkinan tidak akan berdampak besar terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Collins menambahkan bahwa kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi sedikit ketat atau mendekati netral. Tahun lalu, The Fed memangkas suku bunga total 0,75 poin persentase menjadi kisaran 3,5%–3,75%, dan mempertahankannya pada pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka (FOMC) akhir Januari.

Untuk kembali memangkas suku bunga, Collins menegaskan ia membutuhkan keyakinan lebih kuat bahwa proses penurunan inflasi benar-benar berlanjut. Secara umum, ia memperkirakan tekanan harga berpotensi mereda pada paruh akhir tahun ini.

Tonton: Khamenei Siapkan Pengganti Jika Tewas Diserang AS-Israel

Sikap hati-hati pejabat The Fed ini menandakan arah kebijakan suku bunga AS masih sangat bergantung pada perkembangan inflasi dan data ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.

Selanjutnya: Penerimaan Bea Cukai Awal 2026 Melemah, Tekanan Fiskal Masih Membayangi

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda