JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyatakan pengawasan transaksi bursa semakin penting sejak kehadiran online trading. Sebab. tak bisa dipungkiri, online trading semakin meningkatkan aktivitas rekayasa transaksi yang terjadi di bursa. Pernyataan ini diungkapkan Koordinator Ketua Umum APEI, Lily Widjaja kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/2). "Intinya, perusahaan efek harus semakin bekerja keras dengan adanya online trading," ucap Lily. Lily mencontohkan, sejak ada online trading, para nasabah bisa langsung mengeksekusi transaksi dengan hanya melewati sistem perusahaan efek. Dari situ, muncul rekayasa-rekayasa transaksi, seperti transaksi semu (wash sale), marking the close, mencipatakan pasokan dan permintaan palsu, front running, dan transaksi dengan nilai dan volume yang tak biasa.
APEI: Online trading tambah risiko rekayasa saham
JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyatakan pengawasan transaksi bursa semakin penting sejak kehadiran online trading. Sebab. tak bisa dipungkiri, online trading semakin meningkatkan aktivitas rekayasa transaksi yang terjadi di bursa. Pernyataan ini diungkapkan Koordinator Ketua Umum APEI, Lily Widjaja kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/2). "Intinya, perusahaan efek harus semakin bekerja keras dengan adanya online trading," ucap Lily. Lily mencontohkan, sejak ada online trading, para nasabah bisa langsung mengeksekusi transaksi dengan hanya melewati sistem perusahaan efek. Dari situ, muncul rekayasa-rekayasa transaksi, seperti transaksi semu (wash sale), marking the close, mencipatakan pasokan dan permintaan palsu, front running, dan transaksi dengan nilai dan volume yang tak biasa.