API Buka Peluang Kolaborasi Teknologi Mesin Tekstil dengan India untuk Hemat Energi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) tengah menyusun rencana kerja sama dengan pelaku usaha tekstil di India, India ITME Society. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan program modernisasi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui pemanfaatan teknologi guna menghemat energi.

Direktur Eksekutif API, Danang Girindrawardana mengatakan, dalam waktu dekat, API bersama delegasi India ITME Society akan membahas perkenalan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka India di bidang mesin dan teknologi tekstil. Ini mencakup sektor spinning (pemintalan benang), weaving (penenunan kain), processing, dyestuff & chemicals (zat pewarna dan bahan kimia tekstil), digital printing (pencetakan motif digital), technical textiles (tekstil fungsional), hingga sportstech.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Indonesia Meningkat 33,7% pada Februari 2026


"Hal ini merupakan peluang untuk menjajaki potensi peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan India di sektor tekstil dan produk tekstil," jelas Danang dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Ia menuturkan, teknologi permesinan tekstil India yang cukup maju diharapkan dapat selaras dengan kepentingan pemerintah dan pelaku usaha TPT dalam negeri.

Menurut Danang, langkah ini juga merupakan upaya API menghemat energi melalui inovasi mesin produk tekstil. API optimistis pelaku usaha TPT siap untuk modernisasi dan bekerja sama dengan negara lain yang memiliki teknologi mesin hemat energi.

“Hal ini perlu didukung pemerintah, sekaligus sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan jutaan tenaga kerja di industri padat karya, tekstil dan garmen di Indonesia," jelasnya.

Ia melanjutkan, Indonesia memiliki basis manufaktur tekstil yang kuat dan ekspor yang terus berkembang. Oleh karena itu, Danang meyakini kolaborasi ini akan membuka peluang besar dan berkelanjutan dalam memperkuat perdagangan bilateral, mendorong inovasi, serta membangun ekosistem industri tekstil Asia yang lebih kompetitif.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026, nilai ekspor produk tekstil Indonesia masih didominasi oleh sektor hilir. Di mana, ekspor pakaian jadi (konveksi) mencapai sekitar US$ 609,4 juta, lebih besar dari ekspor benang pintal yang tercatat sebesar US$ 78,3 juta. 

Baca Juga: Pengusaha Tambang dan Smelter Menghadapi Tekanan Biaya Akibat Gejolak Timur Tengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News