API Siap Gandeng India untuk Tingkatkan Kinerja Industri Tekstil Nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) siap berkolaborasi dengan industri tekstil India untuk meningkatkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Langkah ini diwujudkan dalam pertemuan API dengan India ITME Society di Bandung pada Senin (13/4/2026).

Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa menyebut pertemuan ini sebagai upaya mengatasi kendala peningkatan produktivitas tekstil garmen.


Pasalnya, India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen, sehingga tercermin dalam produktivitas industri.

Baca Juga: Terdampak Konflik Timur Tengah, Harga Bahan Baku Tekstil Naik hingga 40 Persen

"Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Menurut Jemmy, seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia akan melakukan berbagai aksi korporasi demi efisiensi energi dan peningkatan produktivitas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas mengenai cara transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan, baik di India maupun Indonesia.

“Sebab, produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent," tambah Jemmy.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Melonjak, Industri Tekstil Terancam Efek Domino

Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan API demi memperkuat industri TPT Indonesia ke dunia. 

“Kami siap bekerja sama dalam inovasi dan modernisasi permesinan industri pertekstilan di Indonesia. Indonesia dan India adalah mitra yang sangat penting untuk menjalin kerja sama perdagangan antar negara," katanya.

Menurut Ketan Sanghvi, kolaborasi antara India dan Indonesia menjadi kunci menghadapi tantangan global saat ini, seperti disrupsi rantai pasok, tekanan biaya energi, hingga kebutuhan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News