KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional dinilai menjadi angin segar bagi percepatan reindustrialisasi di tanah air. Langkah strategis ini diharapkan mampu memacu kembali porsi manufaktur serta mendorong penyerapan tenaga kerja berkualitas di dalam negeri secara berkelanjutan. Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani menilai komitmen tersebut bisa menjadi momentum mengikis deindustrialisasi. Mengingat, porsi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini masih terbilang sangat mini, sehingga belum optimal menyerap tenaga kerja secara maksimal. "Data makro ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami deindustrialisasi, dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya di kisaran 19,2%. Hal ini yang membuat serapan tenaga kerja belum maksimal dan peningkatan nilai tambah produk belum optimal," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Apindo: Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Kunci Reindustrialisasi & Serap Tenaga Kerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional dinilai menjadi angin segar bagi percepatan reindustrialisasi di tanah air. Langkah strategis ini diharapkan mampu memacu kembali porsi manufaktur serta mendorong penyerapan tenaga kerja berkualitas di dalam negeri secara berkelanjutan. Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani menilai komitmen tersebut bisa menjadi momentum mengikis deindustrialisasi. Mengingat, porsi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini masih terbilang sangat mini, sehingga belum optimal menyerap tenaga kerja secara maksimal. "Data makro ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami deindustrialisasi, dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya di kisaran 19,2%. Hal ini yang membuat serapan tenaga kerja belum maksimal dan peningkatan nilai tambah produk belum optimal," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
TAG: