JAKARTA. Rencana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta yang direncanakan oleh pemerintah dinilai tidak efektif untuk mendorong perekonomian. Hal ini lantaran peruntukannya semata hanya untuk pusat pemerintahan. Sebelumnya, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan akan meminimalisasi penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk dalam merealisasikan rencana itu. Bambang juga mengatakan pemerintah akan memberikan insentif berupa kepemilikan tanah bagi investor yang mau bergabung. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, dirinya ragu dengan rencana tersebut. Menurut dia, insentif berupa kepemilikan tanah tak akan berguna bagi investor jika tidak ada kegiatan ekonomi di sana.
Apindo: Pemindahan ibu kota tak dorong ekonomi
JAKARTA. Rencana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta yang direncanakan oleh pemerintah dinilai tidak efektif untuk mendorong perekonomian. Hal ini lantaran peruntukannya semata hanya untuk pusat pemerintahan. Sebelumnya, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan akan meminimalisasi penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk dalam merealisasikan rencana itu. Bambang juga mengatakan pemerintah akan memberikan insentif berupa kepemilikan tanah bagi investor yang mau bergabung. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, dirinya ragu dengan rencana tersebut. Menurut dia, insentif berupa kepemilikan tanah tak akan berguna bagi investor jika tidak ada kegiatan ekonomi di sana.