KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah pusat perbelanjaan di Indonesia mulai terlihat memasang pagar di area sekitar bangunan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan, yang baru-baru ini memasang pagar pada bagian depan kawasan mal. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani menilai pemasangan pagar di salah satu pusat perbelanjaan kemungkinan dilakukan sebagai langkah pengamanan dan bukan karena adanya kekhawatiran terhadap situasi keamanan secara umum. Shinta mengaku belum berbicara langsung dengan pemilik mal terkait alasan pemasangan pagar tersebut. Karena itu, ia belum dapat memastikan latar belakang kebijakan tersebut.
Baca Juga: TelkomGroup Sukses Daratkan Kabel NCC, Dorong Dampak Ganda Ekonomi Batam Meski demikian, menurutnya, langkah tersebut kemungkinan besar diambil sebagai bentuk antisipasi untuk menjaga keamanan di area mal. Ia juga menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut bukan merupakan fenomena yang terjadi secara luas di seluruh pusat perbelanjaan. "Ini kan cuma satu mal, dan itu mungkin ada alasannya kenapa di situ dipagari. Tapi nanti mungkin akan kami cek," ujarnya usai menghadiri pertemuan pengusaha dengan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (31/7). Shinta mengatakan APINDO tidak memberikan perhatian khusus terhadap kebijakan masing-masing pengelola mal, karena hal tersebut merupakan kewenangan setiap pemilik atau pengembang. Menurut dia, hingga saat ini APINDO juga belum menerima laporan dari para pengembang mengenai adanya persoalan keamanan tertentu yang mendorong pemasangan pagar di pusat perbelanjaan. Ia menilai setiap mal memiliki kebijakan pengamanan masing-masing yang dapat diterapkan kapan saja sesuai kebutuhan, sehingga tidak dapat langsung dikaitkan dengan kondisi yang sedang berkembang saat ini. Lebih lanjut, Shinta mengungkapkan isu keamanan juga tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para pelaku usaha. Menurutnya, Presiden lebih banyak menyoroti kondisi ekonomi global, dinamika geopolitik, serta pentingnya kesiapan dunia usaha menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga kembali menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui semangat Indonesia
Incorporated. Dari sisi APINDO, Shinta menegaskan organisasinya juga tidak melihat situasi keamanan saat ini sebagai faktor yang menjadi perhatian utama dunia usaha.
Sebaliknya, APINDO akan lebih banyak menghimpun masukan dari pelaku usaha di berbagai daerah melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang akan digelar di Makassar. Masukan tersebut, kata Shinta, akan menjadi bahan untuk melihat berbagai persoalan di daerah, termasuk yang berkaitan dengan dampak kebijakan nasional terhadap kegiatan dunia usaha
Baca Juga: Penataan Jumlah Pengemudi Ojol Lebih Mendesak Ketimbang Ubah Status Jadi UMKM Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News