Apindo susun roadmap perekonomian Indonesia versi pengusaha



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tengah menyusun peta jalan perekonomian Indonesia untuk periode 2019-2014. Peta jalan (roadmap) tersebut diharapkan dapat mencerminkan pemikiran dan harapan dunia usaha terhadap perekonomian, khususnya dalam rangka meningkatkan daya saing nasional.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan, peta jalan perekonomian Indonesia dari sudut pelaku usaha ini secara khusus disiapkan sebagai rekomendasi bagi pemerintahan selanjutnya.

Roadmap disusun dari hasil rekomendasi, survei, hingga forum diskusi kelompok (FGD) yang telah dilakukan oleh pengusaha dari berbagai sektor, baik pengusaha anggota Apindo maupun asosiasi pengusaha lainnya.  "Nantinya fokus roadmap terbagi menjadi dua, yaitu isu sektoral dan isu lintas sektoral," kata Shinta, Rabu (10/4). 


Isu sektoral, lanjutnya, akan ditujukan untuk memberi gambaran, rekomendasi, dan harapan pelaku usaha untuk sektor tertentu. Di antaranya, sektor industri pengolahan, pariwisata, pangan dan pertanian, energi, infrastruktur, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Adapun, isu lintas sektoral yang diangkat oleh Apindo dalam roadmap tersebut utamanya terkait isu makroekonomi, ketenagakerjaan, perpajakan, perbankan dan pembiayaan, serta regulasi dan birokrasi dunia usaha.

"Semuanya itu akan kami jelaskan spesifik dan konkret agar pemerintah dan dunia usaha bisa saling menganalisa apa yang selama ini sudah terjadi di sektor-sektor itu, dan perbaikan-perbaikan apa yang perlu dilakukan," terang Shinta.

Saat ini, roadmap tersebut masih dalam proses penyusunan. Shinta menyebut, roadmap ditargetkan rampung pada Agustus mendatang dan siap diberikan kepada siapa pun Presiden dan jajaran pemerintah yang terpilih untuk periode 2019-2024.

Kerangka roadmap, jelas Shinta, terdiri dari konseptual berdasarkan studi literatur, masukan dan rekomendasi hasil survei pengusaha, dan usulan kebijakan yang disusun dalam matriks.

Apindo berharap, roadmap tersebut dapat berkontribusi terhadap tiga hal utama yang dipandang krusial bagi dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi, yaitu mendorong daya saing (competitiveness), membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli