KONTAN.CO.ID-TANGERANG. Di tengah isu penghapusan ketentuan penyediaan ruang promosi bagi produk UMKM sebesar 30% di gerai ritel modern oleh Kemendag, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berikan alternatif kebijakan. Wakil Ketua Bidang Perdagangan APINDO, Joan Kwee Jahja mengatakan, kemitraan antara UMKM dan pelaku usaha besar sebaiknya tidak dihapus, melainkan diperbaiki dan disempurnakan agar memberikan manfaat lebih besar bagi UMKM. “Jadi, enggak usah dihapus. Tetapi, yang paling penting sekarang adalah bagaimana supaya mereka bisa berkembang dan bertumbuh lebih pesat lagi,” ujar Jahja saat ditemui Kontan usai seminar Ekspansi Ekspor ke Kawasan Asia dan Pasifik pada gelaran TEI Ke-41, Jumat (16/10/2026). Baca Juga: Proxsis & Co Genjot Solusi AI Korporasi, Buka Peluang IPO Tiga - Lima Tahun ke Depan Menurutnya, kemitraan dengan pelaku usaha besar tidak hanya membuka akses pemasaran, tetapi juga memberikan pendampingan bagi UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan skala usaha. Jahja mencontohkan kemitraan jaringan minimarket dengan UMKM lokal. Ia menyebut produk UMKM dari Palembang telah ditampung dan dipajang di gerai ritel ternama. Sementara itu, produk dari Sidoarjo juga dipasarkan melalui minimarket dan supermarket di Surabaya.
APINDO Usul Kopdes Merah Putih Jadi Saluran Pemasaran Tambahan bagi UMKM
KONTAN.CO.ID-TANGERANG. Di tengah isu penghapusan ketentuan penyediaan ruang promosi bagi produk UMKM sebesar 30% di gerai ritel modern oleh Kemendag, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berikan alternatif kebijakan. Wakil Ketua Bidang Perdagangan APINDO, Joan Kwee Jahja mengatakan, kemitraan antara UMKM dan pelaku usaha besar sebaiknya tidak dihapus, melainkan diperbaiki dan disempurnakan agar memberikan manfaat lebih besar bagi UMKM. “Jadi, enggak usah dihapus. Tetapi, yang paling penting sekarang adalah bagaimana supaya mereka bisa berkembang dan bertumbuh lebih pesat lagi,” ujar Jahja saat ditemui Kontan usai seminar Ekspansi Ekspor ke Kawasan Asia dan Pasifik pada gelaran TEI Ke-41, Jumat (16/10/2026). Baca Juga: Proxsis & Co Genjot Solusi AI Korporasi, Buka Peluang IPO Tiga - Lima Tahun ke Depan Menurutnya, kemitraan dengan pelaku usaha besar tidak hanya membuka akses pemasaran, tetapi juga memberikan pendampingan bagi UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan skala usaha. Jahja mencontohkan kemitraan jaringan minimarket dengan UMKM lokal. Ia menyebut produk UMKM dari Palembang telah ditampung dan dipajang di gerai ritel ternama. Sementara itu, produk dari Sidoarjo juga dipasarkan melalui minimarket dan supermarket di Surabaya.
TAG: