KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkap keputusan Pemerintah untuk mengamankan 150 juta ton produksi batubara tahun ini, dan RKAB yang diprediksi akan berada pada angka 600 jutaan ton, artinya hanya akan ada 450 jutaan ton volume batubara yang dialokasikan untuk ekspor dan penjualan domestik non-DMO. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy Hartono menyebut angka 450 jutaan ton batubara ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan realisasi penjualan non-DMO termasuk untuk ekspor sepanjang tahun 2026. “Angka 450 jutaan ton ini tentu saja turun dibandingkan realisasi penjualan non-DMO (ekspor dan domestik lain) pada tahun 2025 sebesar 514 juta ton, dan tahun 2024 yang lebih tinggi yaitu sebesar 555 juta ton,” ungkap Sudirman kepada Kontan, Rabu (11/03/2026).
Apindo–Perhapi Soroti Potensi Penurunan Ekspor Batubara ke 450 Juta Ton
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkap keputusan Pemerintah untuk mengamankan 150 juta ton produksi batubara tahun ini, dan RKAB yang diprediksi akan berada pada angka 600 jutaan ton, artinya hanya akan ada 450 jutaan ton volume batubara yang dialokasikan untuk ekspor dan penjualan domestik non-DMO. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy Hartono menyebut angka 450 jutaan ton batubara ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan realisasi penjualan non-DMO termasuk untuk ekspor sepanjang tahun 2026. “Angka 450 jutaan ton ini tentu saja turun dibandingkan realisasi penjualan non-DMO (ekspor dan domestik lain) pada tahun 2025 sebesar 514 juta ton, dan tahun 2024 yang lebih tinggi yaitu sebesar 555 juta ton,” ungkap Sudirman kepada Kontan, Rabu (11/03/2026).
TAG: