Apkabel, kebutuhan kabel diperkirakan masih naik tahun ini



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Permintaan kabel selama awal tahun masih terlihat normal. Hanya saja setelah Maret, menurut Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) cenderung melamban.

Noval Jamalullail, Ketua Umum Apkabel mengatakan bahwa kontrak induk Perusahaa Listrik Negara (PLN) memang sudah habis di awal April tahun ini. "Sehingga kontrak dan tender baru belum berjalan," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Rabu (8/5).

Apakah gonjang-ganjing ditubuh direksi PLN belakangan ini bakal turut memundurkan tender? Noval meyakini hal tersebut tak menjadi problem besar karena tender selalu diadakan dengan basis profesionalitas tinggi.


"Sejauh ini kebutuhan akan material kelistrikan dan konduktor dari PLN khususnya bakal bertambah. Ada indikasi kenaikan 20%-25% dibandingkan tahun lalu," katanya. Secara normatif kebutuhan tersebut tidak terlalu dipengaruhi gejolak politik, sehingga Noval optimistis pemilihan umum (pemilu) kemarin tak terlalu mempengaruhi core bisnis ini.

Noval berharap gejolak di jajaran direksi PLN dapat terurus dengan baik, dan perusahaan plat merah tersebut dapat segera melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan menentukan pemimpin barunya. Jika RUPS dapat berjalan di bulan ini atau paling lamban April, kepastian waktu tender proyek dapat segera diumumkan dan dijalankan.

Sebelumnya di tahun kemarin, kata Noval, juga terjadi lack time yang membuat penyerapan permintaan mengalami kemunduran. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan para produsen kabel sepanjang kuartal-I 2019 yang meneruskan suplai tender di tahun sebelumnya.

Nilai proyek di tahun 2019 ini diperkirakan masih cukup besar, untuk tender Konduktor saja kata Noval diperkirakan bisa Rp 4 triliun - Rp 5 triliun. "Transmisi kurang lebih juga sama, sedangkan untuk kabel tegangan tinggi 150 kV bisa Rp 4 triliun juga," bebernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini