KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menilai kondisi fiskal mayoritas pemerintah daerah masih rapuh dan sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, pencairan dana bagi hasil (DBH) dinilai penting untuk membantu daerah yang mengalami tekanan anggaran. Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang mengatakan, hanya sebagian kecil pemerintah daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang kuat. Sementara mayoritas kabupaten masih mengandalkan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membiayai operasional maupun pembangunan. "Dari sekitar 552 daerah di Indonesia, yang memiliki fiskal kuat hanya sekitar 5%, fiskal sedang sekitar 5%, sisanya rendah. Artinya, sekitar 90% fiskal daerah sangat bergantung kepada transfer dari pusat atau TKD," ujar Sarman kepada Kontan, Selasa (28/7).
APKASI: Fiskal 90% Daerah Masih Bergantung Transfer Pusat, Daerah 3T Paling Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menilai kondisi fiskal mayoritas pemerintah daerah masih rapuh dan sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, pencairan dana bagi hasil (DBH) dinilai penting untuk membantu daerah yang mengalami tekanan anggaran. Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang mengatakan, hanya sebagian kecil pemerintah daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang kuat. Sementara mayoritas kabupaten masih mengandalkan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membiayai operasional maupun pembangunan. "Dari sekitar 552 daerah di Indonesia, yang memiliki fiskal kuat hanya sekitar 5%, fiskal sedang sekitar 5%, sisanya rendah. Artinya, sekitar 90% fiskal daerah sangat bergantung kepada transfer dari pusat atau TKD," ujar Sarman kepada Kontan, Selasa (28/7).
TAG: