KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (
APLN) membukukan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penjualan dan pendapatan usaha APLN tercatat sebesar Rp4,4 triliun hingga September 2026, meningkat 66% dibandingkan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. APLN pun mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 216,39 miliar per kuartal III 2026. Ini berbanding terbalik dari rugi Rp 57,94 miliar di periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Interim Rp 333,12 Miliar, Cek Jadwal Pembayarannya Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengatakan, kinerja APLN tahun ini terutama berasal dari penjualan Deli Park Medan sejak kuartal I 2026. “Penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi kami untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026). Selain melalui penjualan unit-unit properti di berbagai proyek di Indonesia, APLN juga menjual aset yang sudah matang dengan harga premium. Untuk menjaga fundamental bisnis tetap solid, APLN juga terus mengembangkan aset baru, termasuk Central Park Borneo Bay di Balikpapan. Mal itu akan menjadi pusat perbelanjaan premium pertama di bumi Kalimantan dan dijadwalkan soft opening pada 12 November 2026. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan optimalisasi aset berjalan seiring dengan pengembangan bisnis dan mendukung keberlanjutan Perseroan dalam jangka panjang,” katanya. Justini mengungkapkan, dari total penjualan dan pendapatan usaha untuk periode hingga September 2026, sebesar Rp 3,5 triliun berasal dari penjualan aset properti. Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sumber pendapatan lainnya adalah pendapatan berulang (
recurring revenues) sebesar Rp894,1 miliar, dibandingkan Rp988,8 miliar pada periode sampai dengan September 2025. Perubahan pendapatan ini dipengaruhi oleh penjualan Deli Park Medan yang berdampak terhadap komposisi portofolio aset perseroan. “Kami terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen,” ungkapnya.
Baca Juga: Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Naik 21,43% di Kuartal III-2026, Begini Prospeknya Di sisi pemasaran, APLN membukukan marketing sales sebesar Rp 878 miliar, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga akhir September 2026. Kontribusi terbesar berasal dari Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan dan Parkland Podomoro Karawang. Per 30 September 2026, kas dan setara kas APLN tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan Rp 844 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas neto dari aktivitas operasi juga berbalik positif menjadi Rp1,4 triliun, dari minus Rp60,7 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Perbaikan ini didukung peningkatan penerimaan kas dari pelanggan menjadi Rp4,7 triliun, dibandingkan Rp2,6 triliun pada tahun sebelumnya. Justini bilang, APLN terus menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan kebutuhan operasional terpenuhi. “Bagi kami, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan arus kas dan mengelola sumber daya secara efektif,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News